TMMD Reguler ke-101 Berakhir, TNI Tetap Gelorakan Semangat Kebersamaan

TMMD Reguler ke-101 Berakhir, TNI Tetap Gelorakan Semangat Kebersamaan

Pati, SULUTREVIEW – Penutupan TMMD reguler ke-101 Kodim Pati, digelar di Lapangan Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, oleh Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) IV/ Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari SIP MSi, Kamis (03/05/2018).

Penutupan ditandai dengan penyerahan kembali alat peralatan kerja, penandatanganan hasil-hasil pelaksanaan TMMD, pemukulan kentongan, dan diakhiri dengan pemotongan pita di lokasi sasaran fisik betonisasi jalan desa dengan volume 1.700 x 2,5 meter x 12 cm di Dukuh Selowire, Desa Godo, yang 100 persen rampung dikerjakan.

Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari mengatakan, TNI AD mengalokasikan anggaran cukup besar untuk pelaksanaan TMMD di seluruh Indonesia. Melalui program TMMD Reguler, dapat membangun dan membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong guna membantu percepatan program pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan.

Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat pada program TMMD Reguler ke-101 tahun 2018, yakni “TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter Dan Kemandirian Bangsa”.

Tujuan kegiatan TMMD adalah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menyiapkan ruang juang, alat juang dan kondisi juang yang tangguh, dengan sasaran melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik.

Secara fisik, pada TMMD Reguler ke-101ini, TNI menyelesaikan berbagai sasaran infrastruktur seperti pembangunan, rehabilitasi, pengerasan, pengaspalan dan peningkatan badan jalan, pembuatan dan rehab jembatan, pembangunan dan renovasi rumah ibadah, pembangunan dan renovasi sekolah, Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pembangunan sarana sanitasi yang dibutuhkan masyarakat.

“Secara non fisik, TMMD merupakan momentum yang sangat baik untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong yang sudah mulai pudar di dalam masyarakat kita karena tergerus dengan budaya hedonisme dan individualisme.
TMMD juga memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat yang merupakan wujud dari salah satu jati diri TNI sebagai tentara rakyat. TNI meyakini bahwa kebersamaannya dengan rakyat adalah inti kekuatan TNI. Pada akhirnya, diharapkan bahwa seluruh kondisi tersebut semakin memantapkan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI,” tandas Kasdam.

Kasdam menyatakan, untuk lebih merekatkan kemanunggalan TNI dan rakyat serta mempererat hubungan silaturahmi dan kekeluargaan antara TNI dan rakyat, maka Satgas TMMD ke-101 wajib tidur di rumah masyarakat dan makan bersama masyarakat dengan memanfaatkan ULP Prajurit yang diberikan oleh Komando Atas. Hal tersebut membuktikan bahwa TNI dan rakyat memang tidak terpisahkan.

Roh TNI adalah rakyat, karena sejarah menunjukkan bahwa TNI lahir dari rakyat. Program TMMD yang saat ini telah berlangsung ke -101 kali, pada hakekatnya adalah sebagai implementasi upaya untuk menggali dan membangkitkan kembali sistem kekebalan tubuh atau imunitas bangsa tersebut, yang pada dasarnya telah melekat secara inherent pada diri bangsa dan terwujud dalam nilai-nilai luhur serta terangkum dalam falsafah hidup Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kasdam juga mengingatkan, untuk terus mempertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI-rakyat dengan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi serta melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tingkatkan semangat gotong royong yang merupakan salah satu dari nilai luhur bangsa Indonesia sebagai upaya menjaga imunitas bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan NKRI.

Kemudian pelihara dengan baik hasil pembangunan program TMMD ke-101, baik fisik maupun non fisik, agar manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dalam kurun waktu yang lama. “Jangan lupa laksanakan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan TMMD ke-101sebagai bahan perbaikan pada TMMD mendatang. Kepada para prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi, pengabdian dan kerja keras yang telah kalian tunjukkan selama pelaksanaan kegiatan ini sehingga dapat selesai dengan baik, aman dan lancar,” tegas Dia.

Sementara Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, mengatakan, kegiatan TMMD yang dilaksanakan selama 30 hari, dengan sasaran fisik dan non fisik. Semua sasaran fisi sudah selesai 100 persen, yakni meliputi pengecoran jalan volume 1.700 x 2,5 meter x 12 sentimeter, pembuatan 2 pos kampling, renovasi tujuh rumah tidak layak huni [RTLH] dan jambanisasi 20 unit. Begitu juga dengan sasaran non fisik, semuanya sudah terlaksana dengan tepat waktu.

“Harapanya dengan TMMD ini dapat memperlancar arus perekonomian masyarakat pedesaan, memperlancar arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat, membuka jalur komunikasi antar pedesaan, dan peningkatkan partisipasi masyarakat untuk bergotong royong dan bekerjasama dalam membangun desa, serta memelihara dan meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” kata Arief Darmawan.(ist)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply