OJK Genjot Pembangunan Infrastruktur di Sulut Melalui Obligasi Daerah

Manado, SULUTREVIEW – Pembangunan infrastruktur di Bumi Nyiur Melambai bakal digenjot realisasinya.

Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Wimboh Santoso, tidak perlu harus menunggu topangan dana komersil maupun kemampuan pemerintah daerah (pemda) yang serba terbatas. Akan tetapi melalui pembiayaan obligasi daerah.

“Berkaitan dengan perkembangan ekonomi ke depan supaya lebih maju lagi, kami punya empat program utama yang dapat kami sinergikan dengn pemrintah. Yakni, pembangunan infrastruktur di daerah dengan pembiayaan obligasi daerah. Karena ini tidak dapat dibiayai dengan komersil. Nah di sinilah peran obligasi daerah,” ungkap Wimboh di sela peresmian gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulut, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut), Kamis (22/02/2018).

Pada kesempatan yang sama, Wimboh menyebut Sulut memiliki potensi luar biasa. Dalam sektor perikanan, perkebunan hingga pariwisata yang semakin bergairah. “Unggulan yang dimiliki ini akan mendorong Sulut menjadi daerah yang mengalami pertumbuhan dan yang utama akan menekan angka kemiskinan,” katanya sembari menyampaikan terima kasih atas kontribusi Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE yang sejauh ini sangat peduli dengan OJK.

“Peran Pak Olly di OJK itu sudah sejak di Komisi 11 DPR-RI. Beliaulah yang membentuk OJK. Bahkan memilih siapa yang pantas duduk di komisioner OJK. Demikian juga dengan penempatan kantor baru saat ini,” ungkap Wimboh.

Lanjut kata Wimboh, kantor baru OJK dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat. “Kami akan tetap perjuangkan agar pembangunan semakin sejahtera, kemiskinan kurang, industri maju, ekspor bertambah banyak. Karena potensi cukup besar,” ujarnya.

Menariknya, Wimboh menjelaskan akan pentingnya support pembiayaan bagi kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “OJK akan mendorong jasa keuangan agar memberikan fasilitas pembiayaa kepada UMKM dengan suku bunga murah. Kita harapkan prioritas perhatian kepada pengusaha baru dan ekspansi baru sehingga dapat mempekerjakan orang,” tukasnya.

Wimboh juga mengingatkan agar masyarakat tak tergiur dengan investasi yang merugikan yang sejauh ini masih bergentayangan, “Akan hal ini kita punya tim satgas investasi, jangan sampai ada yang terkecoh. Ini sudah masuk ke desa-desa dan OJK akan melindungi kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE mengatakan sangat mensuport OJK dengan kebujakannya sehingga kelangsungan industri jasa keuangan tetap terjaga terus dan menjadi kepercayaan investor untuk datang ke Sulut.

“Keberadaan Bank SulutGo bisa berkembanga seperti sekarang ini tak lepas daro peran OJK. Sehingga dapat prestasi baik. Ini semua karena adanya bimbingan. Ini juga jadi daya tarik investor, kiranya industri jasa keuangan berkoordinasi. Jangan sampai terjadi investasi yang merugikan masyarakat, dengan investasi bodong,” tegas Olly.

Lebih jauh, Ketua OJK Provinsi Sulut, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut), Elyanus Pongsoda memgatakan adanya gedung baru akan menumbuhkan komitmen tinggi yang berpengang pada nilai tinggi, integritas, sinergi, inklusi dan visioner. Mendukung infrasrastruktur dan mendukung perluasan jasa keuangan, teknologi jasa keuangan dan daya saing industri keuangan dan kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir, dalam kegiatan penandatanganan prasasti peresmian kantor perwakilan OJK Sukutgomalut,
Kapolda Irjen Pol Bambang Waskito, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Buwono Budisantoso.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.