BPJS Kesehatan Jamin Layanan Deteksi Dini Kanker Serviks

BPJS Kesehatan Jamin Layanan Deteksi Dini Kanker Serviks

Manado, SULUTREVIEW – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) memberikan layanan deteksi dini kanker serviks. Hal itu sebagai upaya promotif preventif terutama terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Pelaksanaan kegiatan deteksi dini melalui IVA/Papsmear ini adalah merupakan salah satu upaya unggulan untuk menekan prevalensi kanker serviks pada peserta JKN-KIS. BPJS Kesehatan juga menyediakan jaminan layanan deteksi dini kanker serviks kepada seluruh perempuan usia produktif yang telah menjadi peserta JKN-KIS baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama untuk pemeriksaan IVA Test dan Laboratorium yang bekerjasama untuk pemeriksaan Papsmear.

“Layanan pemeriksaan IVA/Papsmear ini dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biayanya. Jika setelah diperiksa dan peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Sebagai informasi, kanker serviks tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal, oleh karena itu sebaiknya lakukan skriningkesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan BPJS Kesehatan” kata dr Maria F Loho SpOG(K) di Puskesmas Bahu Kamis (13/7/2017).

Kanker serviks, tambah dr Maria umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut, di mana proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih mahal. Namun dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi. Caranya dengan melakukan deteksi dini dan pemberian vaksinasi.

Oleh karena itu, dihimbau kepada seluruh peserta JKN-KIS untuk melakukan deteksi dinidi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Pemeriksaan IVA/Papsmear merupakan metode pemeriksaan sederhana yang memiliki tingkat akurasi tinggi, aman serta nyaman bagi pasien. Sampai dengan tahun Mei 2017 deteksi dini yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA telah berhasil menjangkau 101.097 peserta, sementara Papsmear berhasil menjangkau 93.263 peserta.

Lebih jauh, berdasarkan data peserta BPJS Kesehatan secara nasional tahun 2016, jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp56,5 miliar, sementara di tingkat Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp87,1 miliar.

Menurut Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) Lisa Nurena, program pemeriksaan kesehatan kanker serviks dilangsungkan untuk memperingati HUT ke-49 dari BPJS Kesehatan. “Pemeriksaan kesehatan ini untuk mengetahui atau mendeteksi kanker leher rahim atau kangker mulut rahim, yang dapat menyebabkan kematian. Karena itu deteksi dini kanker serviks masuk dalam program pembiayaan JKN-KIS sehingga peserta JKN-KIS yang ingin melakukan pemeriksaan kanker serviks tidak perlu lagi mengeluarkan biaya karena seluruh biayanya di tanggung oleh BPJS Kesehatan,”  tandasnya.

Ditambahkan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK kota Manado Imelda Bastiaan Markus, program deteksi dini kanker serviks merupakan program BPJS Kesehatan yang harus didukung. Untuk itu pihaknya melibatkan masyarakat di 10 Kecamatan yang tersebar di kota Manado untuk datang langsung ke puskesmas setempat.

“Kami mengajak perempuan usia produktif untuk datang ke puskesmas guna melakukan pemeriksaan dini kanker serviks yang akan dilaksanakan hingga akhir Juli 2017 mendatang,” ujarnya.

Menariknya dari 10 puskesmas yang melakukan pemeriksaan terdapat 8 orang peserta yang di temukan mengalami gejala kanker serviks selanjutnya akan di rujuk ke rumah sakit umum setempat untuk mendapat pelayanan intensif.(hilda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply