Jemaat GBI Menorah Dimotivasi Miliki Kharisma Ilahi

0
495

Manado, SULUTREVIEW – Jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Menorah Manado dimotivasi untuk memiliki kharisma Ilahi. Sebab dunia ini sedang membutuhkan jawaban dan jalan keluar atas berbagai persoalan hidup.

Dijelaskan Gembala Sidang GBI Menorah Manado, Pdt Honny Supit Sirapanji MTh, ¬†Kekristenan hari-hari ini hanya sekedar menjalankan roda agama. Sehingga tak heran jika banyak orang yang hidupnya dalam kecemasan dan kegalauan. “Milikilah Kristus sehingga hidupmu akan memancarkan kharisma Ilahi yang akan membuat dunia di sekitarmu tercengang,” kata Pdt Honny pada Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di GBI Menorah Manado, Jumat (23/6/2017).

Dalam pembacaan Injil Markus 9 : 1-29, KKR
disebutkan bahwa Tuhan Yesus ketika naik ke atas gunung yang tinggi bersama murid-muridnya mengalami transfigurasi atau perubahan rupa. “Ketika kita mempercayai Tuhan maka sesuatu yang tidak lazim, yakni hal-hal yang supranatural akan terjadi dalam kehidupan kita. Dengan demikian akan banyak orang yang menonton kita, karena mereka ingin mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi,” jelasnya sambil menambahkan bahwa dewasa ini, banyak orang percaya yang menilai dan mengukur Tuhan hanya dari sisi berkat materi dan jasmani.

“Jangan mengukur Tuhan dari berkat jasmani atau uang, tetapi bagaimana kita berjalan bersama dengan Tuhan sehingga hidup kita dapat menjadi objek bagi sesama. Gereja harus berdampak, doakan yang sakit, doakan orang yang menghadapi persoalan, ajak orang-orang yang terhilang untuk dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Jangan menjadi orang Kristen yang mandul,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan pada keluarga-keluarga Kristen, khususnya sebagai suami isteri agar menghadirkan surga di dalam rumah tangga. “Pastikan di dalam rumahmu ada Tuhan Yesus. Sebab sesungguhnya surga itu ada padamu. Tinggal pilihanmu yang menentukannya,” tukasnya.

Tak itu saja, Pdt Honny juga mengingatkan agar jemaat dan pelayan Tuhan tak menjadi penggembira. Dalam artian hanya bersorak melihat keajaiban dan mujizat yang dilakukan Tuhan. “Ada tiga pelajaran yang kita dapatkan, pertama cepatlah menjadi dewasa karena waktu Tuhan sudah semakin dekat. Kedua jangan suka mempersoalkan sesuatu atau jangan memperdebatkan firman Tuhan. Sebab itu untuk dilakukan dan dialami. Dan yang ketiga, kalau kita mengalami mujizat maka dunia bakal berhenti berdebat karena apa yang apa yang tak dapat dinalar itu dikerjalan Tuhan,” sebut Pdt Honny.(hilda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here