Kaban Gueen Naray Buka Rapat Penyusunan Peta Jalan IPTEK Minahasa Tenggara

Kaban Gueen Naray Buka Rapat Penyusunan Peta Jalan IPTEK Minahasa Tenggara

Mitra, Sulutreview — Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Minahasa Tenggara, Gueen Laidy Gaury Naray, SKM., M.Kes., secara resmi membuka Rapat Penyusunan Dokumen Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Daerah. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama dua hari, dihadiri oleh para pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara atau yang mewakili.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Bapelitbang, Selasa 20 Oktober menghadirkan narasumber Bapak Muhammad Busthomi, S.Si, yang akan memandu peserta sepanjang proses penyusunan dokumen strategis ini selama dua hari ke depan.

Dalam sambutan pembukanya, Gueen Laidy Gaury Naray, SKM., M.Kes., menyampaikan bahwa penyusunan dokumen ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat perencanaan pembangunan daerah yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta kebutuhan nyata masyarakat.

“Tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks. Perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat, tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan potensi unggulan daerah, serta kebutuhan untuk meningkatkan daya saing daerah menuntut kita agar mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif, inovatif, terarah, dan berkelanjutan,” ujarnya saat membuka kegiatan secara resmi.

Beliau menegaskan bahwa IPTEK bukan hanya instrumen pendukung pembangunan, melainkan fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan daerah.

Dokumen yang disusun diharapkan dapat menjawab pertanyaan mendasar: ke mana arah pemajuan IPTEK daerah, potensi apa yang perlu dikembangkan, permasalahan apa yang harus diselesaikan, inovasi apa yang perlu didorong, serta bagaimana seluruh program dapat dilaksanakan secara terukur dan berkelanjutan.

Lima prinsip utama menjadi pedoman penyusunan dokumen ini: berbasis data dan kebutuhan nyata daerah, sinergi dan kolaborasi lintas sektor, arah kebijakan dan prioritas yang jelas, keterpaduan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, serta mekanisme implementasi, pemantauan, dan evaluasi yang terukur.

Selama dua hari kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat bekerja bersama narasumber untuk menghasilkan masukan, saran, dan pemikiran konstruktif, sehingga dokumen yang dihasilkan nanti realistis, implementatif, dan benar-benar bermanfaat bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Minahasa Tenggara.

(James)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *