Bitung, Sulutreview.com– Dua sosok duet Maut yang viral di Kota Bitung yakni Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (Amak) dr Sunny Rumawung yang terlihat getol mengkritisi akan pelayanan air bersih dan seluk beluk di internal manajemen serta Direktur Perumda Air Minum Duasudara Sir Alfred Salindeho SE MM.
Akhirnya terlihat bersatu dalam harnony mencari solusi krisis air bersih, ditengah kemarau panjang yang menghantam.
Hal ini terungkap dalam Diskusi Publik yang digagas Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Sulawesi Utara di salah satu Cafe terbaik di wilayah Asabri dengan judul krisis air bersih pada Sabtu (12/09/2026).
Yang menarik Diskusi Publik ini, menghadirkan 2 sosok yang hampir semua warga Bitung melihat di Medsos yaitu Aktivis Legendaris Ketua Amak dr Sunny Rumawung serta Direktur Perumda Air Minum Sir Alfred Salindeho SE MM serta salah satu Tokoh Pemuda serta Musisi yang tak asing di Kota Bitung.
Awalnya kekuatiran undangan yang hadir yang 90 persen kalangan aktivis di Bitung bahwa diskusi ini bakal berlangsung panas. Akan tetapi dalam pembukaan sampai akhir keduanya menunjukan sikap yang gentle saling menghargai satu sama lain dan terlihat enjoy menciptakan suasana yang nyaman dan harnonis.
Meski begitu, adrenalin pendapat dari dr Sunny tetap kritis meminta agar Bapak Alfred Salindeho SE dapat menjelaskan situasi pelayanan air bersih ditengah situasi kemarau panjang serta berharap selalu cepat dan tepat menanggapi setiap keluhan pelanggan terlebih soal pelayanan ait bersih.
Ia pun membakar semangat kalangan aktivis yang hadir dapat juga menanyakan banyak hal di seputar Perumda Air apa saja seperti manajemen, pelayanan air bersih serta hal lainya agar dapat dijawab langsung oleh pimpinan saat ini.
Moderator pun yang dipimpin oleh Tokoh Pemuda dari IMM Excel Sahrul Poneo mengarahkan mic kepada Sir Alfred Salindeho SE MM untuk menjelaskan kondisi terkini ketersediaan air bersih di tengah situasi El-Nino yang berkepanjangan.
Alfred Salindeho SE MM menjelaskan secara panjang lebar terkait seputar kondisi terkini di Perumda bahwa memang dampak dari kemarau panjang saat ini, membuat Kehilangan 35 perdetik air bersih. Sebab dari yang normalnya di Instalasi Pengolaan Air di wilayah Danowudu yang normalnya itu 300 perdetik-nya namun katena situasi saat ini menjadi 265 perdetik artinya Perumda kehilangan 35 perdetik air bersih.
Memang kadang kala ada pengeluhan pelanggan hanya bersifat non teknis misalnya di satu wilayah hanya satu dua rumah yang air-nya tidak jalan namun yang lain jalan.
Namun saat melapor tim Unit Reaksi Cepat (URC) terjun kelokasi, ternyata di sambungan meter ada benda yang menghalangi ataupun pipa saluran ke rumahnya alami kebocoran dan seketika langsung di perbaiki dan jalan normal kembali.
Soal rencana di Pulau Lembeh, sesuai kerinduan warga. Sir Ape sapaan akrabnya, mengatakan akan merencanakan mengadakan kapal Tanker pengangkut air. Sebab hal ini sangat memungkinkan bisa terjadi dibanding pipa bawah laut yang dipastikan menyedot anggaran yang cukup besar dengan tingkat resiko yang tinggi.
“Intinya kami manajemen akan terus berbenah diri untuk memberikan layanan air bersih terbaik bagi Kota Bitung. Kalaupun ada keluhan silahkan laporkan langsung ke kantor Perumda pasti ada solusi konkrit dibalik setiap masalah seraya mengapresiasi akan apa yang menjadikan masukan dan kritikan dari Ketua Amak Sulut dr Sunny Rumawung,” pungkasnya.
Arus lalu lintas diskusi pun semakin memanas dimana sejumlah aktivis pun banyak memberikan masukan saran dan harapan yang kritis terkait jumlah pelanggan, soal deviden begitu pun soal bagaimana Perumda air minum kian menjadi lebih baik kedepan dengan tujuan air bersih terus lancar yang dapat membuat hati dan pikiran juga menjadi bersih.
Dalam Closing Statement dr Sunny mrngharapkan agar Sir Ape tetap mrnjalankan koridor kepemimpinan yang profesional dalam menjadikan penyaluran air bersih yang terus lancar namun jangan sampai anti kritik.
Perlu diketahui memang kita banyak mengkritisi juga kepada Pemkot Bitung hal itu tentu dibalik itu ada kebaikan untuk mengingatkan kita dan menyadarkan untuk bergerak menjadi lebih baik.
“Sebab saat ini Pak Walikota Hengky Honandar sampai saat ini ada di group WA dengan saya. Namun beliau tidak pernah menegur kepada saya. Sebab 1 hal penting yang harus saya ingatkan tidak ada pimpinan yang jatuh karena kritikan. Namun yang berbahaya jangan sampai terlalu banyak pujian yang akhirnya membuat pemimpin bisa jatuh,” tutup dr Sunny disambut tepuk tangan.
Diakhir acara dilanjutkan dengan foto bersama dengan terlihat dr Sunny larut dan seluruh yang hadir dalam kebahagiaan dan mengapresiasi akan diskusi ini.
Sir Alfred pun sangat mendukung diskusi ini, agar supaya dapat menyerap kekurangan-kekurangan yang dapat lebih memotivasi pihak Perumda untuk menjadi lebih baik lagi.
Terlihat juga yang hadir aktivis-aktivis kondang seperti Robby Supit, Rocky Oroh, Sanny Kakauhe srikandi Elly Dauhan tokoh Ormas Bitung Nando Lengkong, Rian Prahara, Polo Boven serta Rusdianto Makahinda salah satu Lawyer terbaik di Sulut Ridwan Mapahena SH MH, Novry Topit serta kalangan Mahasiswa Muhamadiyah serta jajaran senior.(zet)






