BITUNG, Sulutreview.com — Gerakan Pramuka Kota Bitung memasuki babak baru. Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kota Bitung resmi dibuka oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, Kamis (10/9/2026).
Muscab ini, menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi selama lima tahun sekaligus menentukan arah kepemimpinan untuk periode 2026-2031.
Ini menjadi forum pergantian kepengurusan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bitung periode 2021-2026, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mengukur capaian, membenahi berbagai kekurangan, serta menyusun langkah baru agar Gerakan Pramuka semakin relevan dengan tantangan zaman.
Dalam sambutan Pemerintah Kota Bitung, disampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka periode 2021-2026 atas dedikasi, kerja keras dan pengabdian dalam membina generasi muda di Kota Bitung.
Selama lima tahun terakhir, berbagai program telah dijalankan, mulai dari pembinaan kepramukaan, pendidikan karakter, kegiatan sosial kemanusiaan hingga pengembangan kapasitas generasi muda.
“Berbagai program kegiatan pembinaan, pendidikan karakter, kegiatan sosial kemanusiaan maupun pengembangan kepramukaan telah dilaksanakan. Tentunya masih terdapat kekurangan yang perlu menjadi bahan evaluasi bersama,”
Hengky berpesan diharapkan Gerakan Pramuka tidak berhenti sebagai seremoni pergantian pengurus. Lebih dari itu, forum ini harus menjadi momentum untuk melahirkan gagasan, strategi dan terobosan baru bagi kemajuan Gerakan Pramuka di Kota Bitung. Serta Garda terdepan dalam menciptakan jiwa ketokohan yang mampu menciptakan inovasi-inovasi baru dalam menatap era digitalisasi pembangunan Indonesia kedepan.
Seluruh peserta Muscab diingatkan agar menjalankan proses organisasi secara demokratis, tertib dan mengedepankan kepentingan besar Gerakan Pramuka.
Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bitung diharapkan mampu membawa organisasi menjadi semakin solid, aktif, adaptif dan inovatif.
Pengurus baru juga diharapkan tidak hanya mempertahankan berbagai program positif yang telah berjalan, tetapi mampu menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Tantangan generasi muda semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan pola komunikasi hingga berbagai persoalan sosial membutuhkan peran organisasi kepemudaan yang mampu bergerak cepat dan adaptif.
“Gerakan Pramuka harus mampu hadir di tengah perubahan zaman, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi dan berbagai permasalahan sosial yang dihadapi generasi muda,” demikian pesan Pemkot.
Pemerintah Kota Bitung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif Gerakan Pramuka. Pemkot menilai, investasi terbaik bagi masa depan daerah bukan semata-mata pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang berkarakter, berintegritas, terampil dan memiliki jiwa pengabdian.
Karena itu, sinergi Gerakan Pramuka dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci untuk memperkuat pembinaan generasi muda.
“Mari kita jadikan Gerakan Pramuka sebagai salah satu kekuatan dalam pembentukan generasi muda Kota Bitung yang penuh disiplin, kreatif, peduli dan siap menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya.(zet)






