Literasi Keuangan Perempuan di Sulut Tembus 72,03 Persen, Ungguli Laki-Laki

Kepala BPS Sulut, Watekhi. Foto:Hilda

Manado, Sulutreview.com — Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 menunjukkan bahwa kelompok perempuan dan penduduk berpendidikan tinggi menjadi pilar utama tingginya pemahaman keuangan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), indeks literasi keuangan Sulawesi Utara secara keseluruhan berhasil menyentuh angka 69,98 persen, melampaui rata-rata nasional yang sebesar 69,57 persen.

​Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulut, Watekhi, mengonfirmasi bahwa keterlibatan perempuan dan kelompok terpelajar memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian tersebut.

​”Dari aspek gender, kelompok perempuan di Sulawesi Utara mencatatkan angka indeks literasi keuangan sebesar 72,03 persen, mengungguli laki-laki yang berada pada angka 68,03 persen serta angka perempuan secara nasional sebesar 69,61 persen. Selain itu, tingkat literasi keuangan terus meningkat seiring dengan tingginya tingkat pendidikan yang ditamatkan. Kelompok penduduk yang menamatkan perguruan tinggi mencatatkan tingkat literasi keuangan tertinggi mencapai 96,68 persen, jauh di atas rata-rata nasional perguruan tinggi yang berada di angka 93,46 persen,” ungkap Watekhi saat memaparkan materi di Manado pada Rabu (19/08/2026).

​Capaian positif ini juga didukung oleh pemahaman keuangan yang merata di berbagai zona wilayah. Indeks literasi keuangan masyarakat perkotaan di Sulawesi Utara tercatat sebesar 73,45 persen, unggul tipis dari rata-rata perkotaan nasional sebesar 72,54 persen.

Sementara di wilayah perdesaan, indeks literasi keuangan mencapai 64,35 persen. Secara umum, hasil ini mencerminkan bahwa pemahaman, keterampilan, serta kepercayaan masyarakat di daerah tersebut terhadap pengelolaan produk dan layanan keuangan berada pada tingkat yang sangat baik.

​Kendati indikator literasi keuangan konvensional mencatatkan performa unggul, BPS mencatat sektor keuangan syariah masih memerlukan perhatian khusus. Indeks literasi keuangan syariah di Sulawesi Utara saat ini berada pada tingkat 23,07 persen, masih berada di bawah rerata nasional yang mencapai 43,07 persen.

Hal ini menjadi ruang evaluasi sekaligus peluang bagi seluruh pihak terkait untuk terus menggenjot edukasi serta inklusi keuangan berbasis syariah di Sulawesi Utara pada masa mendatang.

​Adapun proses pendataan SNLIK 2026 di wilayah Sulawesi Utara dilaksanakan pada rentang waktu 26 Januari hingga 18 Februari 2026.

Pendataan tersebut melibatkan 98 petugas lapangan yang menyasar 183 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) dengan total 1.798 rumah tangga sampel di seluruh kabupaten dan kota se-Sulut serta berhasil mencatatkan response rate sebesar 98,41 persen.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *