Pangkas Hambatan Investasi, BI dan Pemprov Sulut Gelar North Sulawesi Investment Forum 2026

Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto. Foto:ist

Manado, Sulutreview.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) memperkuat koordinasi strategis dalam mendorong masuknya investasi berkualitas melalui penyelenggaraan North Sulawesi Investment Forum 2026.

Forum investasi tahunan ini digelar sebagai langkah konkrit untuk mengakselerasi realisasi penanaman modal yang bernilai tambah, ramah lingkungan, serta berkelanjutan di wilayah bumi nyiur melambai.

​Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, memaparkan momentum pertumbuhan ekonomi daerah yang menjadi fondasi kuat bagi pengembangan investasi ke depan.

“Peran penting Regional Investor Relation Unit yang secara konsisten mendampingi pemilik proyek di daerah, mampu mentransformasikan berbagai potensi unggulan menjadi proyek investasi yang matang dan siap ditawarkan (investment-ready project),” ujarnya.

Melalui wadah NSIF 2026, BI berharap para calon investor Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri dapat membuka dialog kerja sama yang konkret hingga berlanjut ke tahap realisasi.

​Komitmen tersebut didukung penuh oleh Pemprov Sulut melalui promosi intensif proyek-proyek potensial daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Provinsi Sulut, Hermina Syaloom Dailly Korompis, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026 sinergi RIRU diwujudkan secara terstruktur melalui Dedicated Team Meeting, ajang seleksi proyek North Sulawesi Investment Challenge (NSIC), hingga puncak pameran pada forum NSIF.

​Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, menggarisbawahi tiga posisi strategis yang menjadi keunggulan komparatif Sulut dalam menarik high-value investment. “Sulut sangat siap diakselerasi sebagai gerbang utama logistik kawasan Pasifik (Pacific Gateway), pusat penguatan hilirisasi sektor kelautan, perikanan, dan pertanian, serta episentrum pengembangan industri hijau,” tukasnya.

Penguatan sinergi pusat dan daerah ini turut ditegaskan oleh Direktur Wilayah III Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Abdul Qodir, guna mengawal dan memfasilitasi penyelesaian kendala investasi di lapangan.

​Rangkaian forum investasi ini turut memuat penganugerahan bagi tiga proyek investasi terbaik hasil kurasi NSIC 2026 yang dinyatakan berstatus Clean and Clear. Ketiga proyek unggulan tersebut mencakup Modernization and Development of an Integrated Medical Gas System dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, MBH/Mokupa Integrated Tourism Estate dari DPMPTSP Prov. Sulut, serta Revitalization of Sitaro Masadada Park within The Ulu Park Boulevard.

​Kegiatan yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, perwakilan korps diplomatik Selandia Baru dan Filipina, KADIN, OJK, BPS, serta jajaran kepala daerah se-Sulut ini dilanjutkan dengan peninjauan Investment Booth.

Sebanyak 12 proyek potensial dipresentasikan langsung oleh para pemilik proyek dan diperdalam melalui sesi One-on-One Meeting bersama para calon investor untuk mematangkan kerja sama ekonomi yang berdampak panjang.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *