Manado, Sulutreview.com — Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersinergi dalam mendorong investasi berkualitas, yang diwujudkan dengan menggelar North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026 di Manado pada Jumat (7/8/2026).
Agenda bertema promosi proyek terkurasi ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan nasional hingga perwakilan diplomatik manca negara, termasuk Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Kegiatan dibuka dengan laporan dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah (DPMPTSP) Provinsi Sulut, Hermina Syaloom Dailly Korompis. Ia menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengelolaan dan promosi proyek secara intensif.
”Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan realisasi investasi, salah satunya dengan mengelola dan mempromosikan proyek-proyek potensial secara intensif,” ujar Korompis.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sulawesi Utara, Joko Supratikto. Ia memaparkan kondisi perekonomian dan potensi investasi Sulut yang dirangkum dalam tiga poin strategis, mencakup momentum pertumbuhan ekonomi daerah, peran Regional Investor Relation Unit (RIRU) dalam mendampingi project owner, hingga rekam jejak pengawalan proyek investasi di berbagai wilayah dan sektor.
”Melalui NSIF 2026, kami berharap investor dapat bertemu dengan project owner yang tepat, membuka dialog dan penjajakan kerja sama yang konkret, serta menjadi langkah awal menuju realisasi investasi yang bernilai tambah dan berkelanjutan di Sulawesi Utara,” ungkap Joko saat memberikan sambutan.
Dari sisi pemerintah pusat, Direktur Wilayah III Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Abdul Qodir, menguraikan capaian realisasi investasi nasional pada Triwulan II dan Semester I 2026. Ia menekankan vitalnya sinergi lintas pemerintah pusat dan daerah untuk memfasilitasi kendala penanaman modal di lapangan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menyoroti kesiapan daerahnya dalam menarik investor global. Menurutnya, Sulut memiliki tiga keunggulan komparatif dan kompetitif utama yang siap diakselerasi guna mendorong masuknya high-value investment.
”Sulawesi Utara memiliki tiga keunggulan komparatif dan kompetitif yang siap diakselerasi untuk mendorong investasi bernilai tinggi, yakni sebagai Gerbang Utama Pasifik (Pacific Gateway), penguatan hilirisasi sektor kelautan, perikanan, dan pertanian, serta pengembangan Sulawesi Utara sebagai episentrum industri hijau,” rinci Victor Mailangkay saat menandai pembukaan NSIF 2026.
Puncak acara dimeriahkan dengan pengumuman tiga pemenang North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) 2026 yang dinilai Clean and Clear (CnC), yakni proyek Modernization and Development of an Integrated Medical Gas System dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, MBH/Mokupa Integrated Tourism Estate dari DPMPTSP Provinsi Sulut, serta Revitalization of Sitaro Masadada Park within The Ulu Park Boulevard.
Selain itu, gelaran investment booth menghadirkan 12 proyek investasi potensial yang dipresentasikan langsung oleh project owner serta diperdalam melalui sesi One-on-One Meeting bersama para calon investor penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Melalui NSIF 2026, Sulut optimistis dapat memperkuat realisasi investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(hilda)






