DAW Ajak Gen Z Don Bosco Manado Berkendara Aman dengan Safety Riding

Instruktur Safety Riding PT DAW, Andhika Reynold Salindeho saat mengedukasi siswa. Foto:ist

Manado, Sulutreview.com — Bawa motor ke sekolah bukan cuma soal gaya atau biar nggak terlambat masuk kelas, tapi soal gimana cara biar tetep slay sekaligus safe di jalanan.

Memahami gaya hidup anak muda perkotaan yang makin dinamis, PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) kembali turun ke jalan, kali ini menyasar Gen Z di SMA Katolik Frater Don Bosco Manado pada Rabu (15/7/2026).

​Melalui sesi Edukasi Safety Riding, main dealer Honda Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara ini mengajak ratusan siswa buat ngubah mindset: bahwa safety gear itu bukan beban, melainkan statement gaya hidup yang keren.

​Gak pakai gaya mengajar yang kaku, workshop ini dikemas super interaktif dan relevan dengan skena jalanan anak muda zaman now. Para siswa diajak menyelami pentingnya penggunaan gear up standard seperti helm SNI, jaket cool, dan sepatu yang bukan cuma formalitas melainkan armour utama di jalan.

Selain itu, mereka juga dibekali defensive riding technique mulai dari teknik pengereman presisi, cornering aman, sampai cara membaca potensi bahaya di persimpangan jalanan Manado, demi menanamkan mindset #Cari_Aman agar keselamatan menjadi bagian dari identitas berkendara dan bukan sekadar takut ditilang.

​Instruktur Safety Riding PT DAW, Andhika Reynold Salindeho, menegaskan bahwa membentuk skill berkendara yang mumpuni harus berbanding lurus dengan kematangan emosi di jalan raya.

​”Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendarai sepeda motor, tetapi juga oleh sikap dan kesadaran untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Melalui edukasi ini, kami berharap para siswa dapat menjadi pelopor keselamatan berkendara, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya,” ujar Andhika Reynold Salindeho.

​Menariknya, para siswa Don Bosco Manado juga diajak bedah kasus lewat diskusi interaktif. Mereka diajak mengenali berbagai potensi bahaya tersembunyi seperti area blind spot, kondisi jalan licin, hingga perilaku pengendara lain serta cara mengantisipasinya secara responsif dan sigap.

​Langkah konsisten PT DAW ini menguatkan komitmen mereka bahwa #Cari_Aman bukan sekadar slogan kampanye, tapi kultur berkendara masa depan. Sebab pada akhirnya, pengendara yang paling keren di jalanan adalah mereka yang bisa pulang ke rumah dengan selamat.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *