Pertamina Pastikan Operasional Energi di Sulut Aman Pascagempa M 7,7

Bitung, Sulutreview.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan seluruh fasilitas operasional energi di wilayah Sulawesi Utara berada dalam kondisi aman dan tetap berjalan normal pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin pagi.

​Integrated Terminal Manager Bitung, Arman Prastiono, dalam keterangan tertulis yang diterima di Bitung, Senin, mengatakan pihaknya langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat sesaat setelah gempa guna memastikan keselamatan pekerja serta keandalan fasilitas operasional.

​”Keselamatan menjadi prioritas utama kami. Setelah getaran mereda, tim langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasil pengecekan menunjukkan fasilitas utama Integrated Terminal Bitung dalam kondisi aman dan siap mendukung penyaluran energi kepada masyarakat,” kata Arman.

​Sebagai langkah mitigasi awal, seluruh pekerja dan mitra kerja sempat dievakuasi ke titik kumpul sesuai prosedur keselamatan. Tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) bersama unit terkait juga melakukan patroli intensif pada area fasilitas dan jalur pipa untuk mengantisipasi dampak kerusakan.

​Meski demikian, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami, Pertamina sempat menghentikan sementara operasional Fuel Terminal Tahuna di Kepulauan Sangihe, mengikuti arahan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

​Arman menegaskan bahwa berdasarkan pengecekan awal, infrastruktur di Fuel Terminal Tahuna tidak mengalami kerusakan. Operasional terminal bahan bakar tersebut akan segera diaktifkan kembali setelah ada pernyataan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan situasi telah sepenuhnya aman.

​Sementara itu, fasilitas vital lainnya seperti Integrated Terminal Gorontalo dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Sam Ratulangi dilaporkan tetap beroperasi secara normal tanpa gangguan untuk melayani kebutuhan energi masyarakat.

​”Kami terus berkoordinasi intensif dengan pemda, BPBD, dan BMKG untuk memastikan setiap langkah mitigasi selaras dengan kondisi lapangan. Ketersediaan energi tetap kami pasok dengan mengutamakan aspek keselamatan,” ujarnya.

​Pada kesempatan terpisah, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan empati mendalam kepada masyarakat yang terdampak oleh bencana alam tersebut.

​Lilik mengimbau masyarakat di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

​”Kami berharap kondisi segera membaik. Kami meminta masyarakat untuk tetap mengikuti arahan dan informasi resmi dari BMKG, BPBD, maupun pemerintah daerah setempat,” kata Lilik.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *