Bitung, Sulutreview.com– Diam-diam Pemerintah Kota Bitung dibawah pimpinan Hengky Honandar dan Randito Maringka (HH-RM) terus melakukan pembenahan-pembenahan dalam segala sektor khususnya dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dimana terungkap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat sebesar 0,87 persen menjadi 77,57 dan berada di atas rata-rata Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus menempatkan Bitung sebagai wilayah dengan IPM terbesar kelima di provinsi tersebut.
Walikota Bitung Hengky Honandar melalui Sekda Ir Ignatius Rudy Theno ST MT MAP mengatakan bahwa dalam penataan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel melalui Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Kota Bitung Tahun 2025 yang resmi disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui aplikasi SILPPD (Sistem Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah) sebelum batas akhir pelaporan 31 Maret di tahun 2025 yang dikirimkan ke regional Sulawesi yang berhasil mengirimkan laporan LPPD Tahun 2025.
Sekda mengatakan, capaian ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga disiplin administrasi dan akuntabilitas kinerja pemerintahan.
“Penyampaian LPPD ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah daerah kepada pemerintah pusat sekaligus kepada masyarakat atas pelaksanaan seluruh program pemerintahan selama satu tahun anggaran,” ujar Rudy Theno.
Ia menegaskan, keberhasilan pelaporan tepat waktu tidak terlepas dari kerja terpadu seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bitung.
Kami bersyukur Kota Bitung dapat menjadi yang pertama di regional Sulawesi dalam pelaporan LPPD tahun ini. Ini menunjukkan komitmen seluruh perangkat daerah dalam menyiapkan data kinerja pemerintahan secara akurat, terukur, dan tepat waktu,” katanya.
Menurut Rudy, dokumen LPPD memiliki peran strategis karena menjadi dasar evaluasi kinerja pemerintah daerah oleh pemerintah pusat setiap tahunnya.
“Melalui LPPD, seluruh capaian pembangunan daerah dapat diukur secara objektif oleh pemerintah pusat. Ini juga menjadi alat evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah,” jelasnya.
Penyusunan LPPD sendiri mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, serta diatur secara teknis melalui Permendagri Nomor 18 Tahun 2020.
Dalam laporan tersebut, Pemerintah Kota Bitung memaparkan capaian pembangunan daerah berdasarkan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, serta sosial. Selain itu juga mencakup urusan pemerintahan pilihan seperti kelautan dan perikanan, pariwisata, pertanian, perdagangan hingga sektor perindustrian.
Selain LPPD, Pemerintah Kota Bitung juga merilis Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) Tahun 2025 sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
RLPPD memuat berbagai indikator penting, mulai dari capaian kinerja makro, kinerja pelayanan dasar, hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan, opini laporan keuangan tahun sebelumnya, hingga ringkasan realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran serta inovasi daerah sepanjang tahun 2025.
Data dalam laporan tersebut menunjukkan trend pembangunan yang positif di Kota Bitung. Dimana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat sebesar 0,87 persen menjadi 77,57 dan berada di atas rata-rata Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus menempatkan Bitung sebagai wilayah dengan IPM terbesar kelima di provinsi tersebut.
Pertumbuhan ekonomi Kota Bitung pada tahun 2025 juga tercatat mencapai 6,67 persen. Angka ini menjadikan Bitung sebagai salah satu kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara sekaligus menjadi kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara 15 kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Capaian ini menjadi motivasi yang wajib dipertahankan bagi Pemerintah Kota Bitung untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, serta memastikan pembangunan yang semakin merata dan dinamis searah dalam jenjang pembangunan di Kota Bitung yang lebih maju,” tandas mantan Kadis PUPR Bitung terlama ini.(zet)













