“Kuala Makalu” Permata Tersembunyi di Desa Wongkai yang Menjanjikan Pengalaman Healing dan Potensi Arung Jeram

KUALA MAKALU: Permata Tersembunyi di Desa Wongkai yang Menjanjikan Pengalaman Healing dan Potensi Arung Jeram (Istimewa)

Mitra, Sulutreview – Di tengah hamparan alam yang hijau dan sejuk di Desa Wongkai, Kecamatan Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), terdapat sebuah destinasi yang belum banyak dikenal namun menyimpan pesona luar biasa yakni Kuala Makalu.

Tempat ini bukan hanya sekadar sumber air yang jernih, melainkan perpaduan sempurna antara keindahan alam yang memukau dan suasana asri yang mampu menenangkan jiwa, menjadikannya pilihan ideal untuk melakukan healing pribadi maupun menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga.

“Kuala Makalu adalah tempat yang sempurna untuk melepas penat setelah aktivitas sehari-hari. Pengunjung bisa menikmati momen berfoto dengan latar alam yang memesona, atau sekadar duduk santai sambil mendengarkan suara gemericik air yang sangat menenangkan hati dan pikiran,” ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Mitra, Yovita Sualang, yang juga merupakan anak daerah Wongkai yang memiliki cinta terhadap kampung halamannya.

Selain itu, pihaknya juga merencanakan pengembangan fasilitas kuliner yang unik dan menarik di kawasan ini. Rencana tersebut mencakup pembangunan area cafe dan tempat makan yang dirancang dengan konsep khusus. Pengunjung dapat menikmati hidangan lezat sambil merendam kaki di air mengalir yang segar dan jernih. “Kita ingin menciptakan pengalaman yang berbeda dan tidak terlupakan. Bayangkan saja, menikmati kopi hangat atau makanan khas daerah sambil merasakan kesegaran air sungai yang mengalir lembut di sekitar kaki, ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung,” jelas Yovita menambahkan.

Konsep kuliner dengan suasana alam terbuka ini juga dirancang untuk mengedepankan penggunaan bahan-bahan lokal dari masyarakat Desa Wongkai, sehingga tidak hanya memberikan kepuasan bagi pengunjung tetapi juga meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar.

Menurut Yovita, Kuala Makalu bukan hanya sekadar objek wisata alam biasa, melainkan merupakan kombinasi antara sumber daya alam yang kaya dengan kearifan lokal masyarakat Desa Wongkai yang berpotensi besar untuk dikembangkan dalam industri pariwisata. “Kita melihat potensi yang luar biasa di sini. Bagian atas kawasan dapat difungsikan sebagai area pemandian yang menyegarkan, sementara bagian bawah setelah jembatan, di mana dua sumber air bertemu memiliki karakteristik alam yang sangat cocok jika dijadikan sarana arung jeram jika melalui pengembangan yang tepat,” jelasnya.

Untuk mendukung potensi tersebut, Yovita menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk memfasilitasi tim khusus untuk melakukan survey terkait potensi pengembangan kawasan Kuala Makalu. “Kita akan pastikan semua langkah pengembangan dilakukan dengan memperhatikan kelestarian alam dan kepentingan masyarakat lokal. Fasilitas cafe dan tempat makan juga akan dirancang dengan desain yang ramah lingkungan agar tidak mengganggu ekosistem alam sekitar,” ucapnya.

“Namun, ada satu hal yang harus ditegaskan nama Kuala Makalu tidak boleh diganti dengan nama lain apa pun. Karena nama ini merupakan ciri khas yang hanya dimiliki oleh orang Wongkai, jadi kita harus menjaganya sebagai identitas dari destinasi wisata kita ini,” pungkasnya dengan penuh semangat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *