Swasembada Pangan, Wagub Victor Mailangkay Panen Padi di Taratara

Wagub Victor Mailangkay saat panen padi di Taratara. Ist

Taratara, Sulutreview.com – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Victor Mailangkay, turun ke sawah untuk mengikuti panen padi bersama para petani di Taratara, Rabu (07/01/2026).

Tanpa rasa risih, wagub dengan tenang, layaknya petani unggulan langsung masuk ke area persawahan yang kondisinya berlumpur. Ia dengan sigap memanen padi yang telah menguning.

Kehadiran Wagub Mailangkay di tengah sawah, menjadi simbol dan bentuk dukungan dan kepedulian pemerintah daerah untuk mendorong dan memberikan semangat kepada petani yang selama ini, menjadi garda terdepan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Wagub bersama petani lainnya turut menikmati bagaimana proses panen dilakukan. Ia turut merasakan suasana aktivitas petani yang dengan penuh ketekunan melakukan kegiatannya tanpa banyak bicara.

“Kegiatan panen ini merupakan buah dari kerja keras, kesabaran dan ketekunan serta keberanian petani dalam menghadapi cuaca yang penuh ketidakpastian,” katanya.

Wagub juga menyampaikan apresiasi sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasih kepada para petani Taratara. Terutama atas ketekunan dan dedikasi mereka untuk menjaga produksi pangan di Sulut terus stabil.

Pada kesemapatan itu, wagub bersama jajaran, usai panen bersama mengikuti pengumuman swasembada pangan yang dilakukan secara daring yang dipimpin Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto.

Momentum tersebut, sekaligus menjadi refleksi penting atas peran petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Dikatakannya, pembahasan swasembada pangan tidak hanya fokus pada deretan angka dan target besar, melainkan pada peran petani yang bekerja sejak awal di sawah. Di mana keberhasilan swasembada pangan sangat bergantung pada keberlanjutan kehidupan petani.

“Keberhasilan swasembada pangan bukan dilihat dari besar-kecilnya target. Tetapi dimulai dari petani untuk tetap punya alasan menggarap sawahnya,” katanya.

Ia menambahkan, selama sawah masih digarap dan petani masih mau bekerja, maka harapan untuk kemandirian pangan akan selalu ada.

Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir melalui kebijakan dan perhatian nyata, dengan harapan petani tidak berjalan sendiri.

Panen padi di Taratara, ujarnya, menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan nasional, sejatinya berakar dari kerja para petani di desa-desa, yang mengandalkan kesederhanaan dan ketekunan demi pangan yang berkelanjutan.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *