Wakil Bupati Minahasa Tenggara Buka Musyawarah Perencanaan Pembangunan RPJMD 2025-2029

Wakil Bupati Minahasa Tenggara Buka Musyawarah Perencanaan Pembangunan RPJMD 2025-2029

Mitra, Sulutreview – Wakil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), Fredy Tuda, secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029 Kabupaten Mitra. Acara ini dilaksanakan di lantai tiga Kantor Bupati Mitra, Kamis (3/7/2025).

Dalam sambutannya, Wabup Tuda menyampaikan bahwa Musrembang ini menjadi momentum penting dalam penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun 2025-2029 dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Tahun ini kita melaksanakan Musrembang Kabupaten Mitra untuk menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah 2025-2029,” ujar Tuda.

Tuda juga memaparkan pencapaian ekonomi makro Kabupaten Mitra selama periode 2020-2024 yang menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 0,6 persen pada tahun 2020 menjadi 5,27 persen pada tahun 2024. Tingkat pengangguran terbuka berhasil turun dari 3,18 persen pada 2020 menjadi 2,76 persen di tahun 2024. Sementara itu, tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan signifikan.

Lebih lanjut, Tuda menjelaskan bahwa penyelenggaraan Musrembang merupakan mekanisme perencanaan yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat serta sebagai wadah partisipasi publik untuk menghasilkan program yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Semua ini dilandasi visi “Bangun dan Maju Bersama Menuju Mitra yang Berdaulat, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” terutama dalam bidang pendidikan serta penyediaan makanan bergizi gratis.

Wakil Bupati menambahkan, percepatan wajib belajar 13 tahun yang mencakup 1 tahun PAUD dan 12 tahun pendidikan dasar dan menengah menjadi fokus utama. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana kesehatan juga ditingkatkan untuk seluruh masyarakat Mitra. Selain itu, produktivitas tenaga kerja, pelestarian budaya, penguatan kearifan lokal, pembinaan olahraga secara berkelanjutan, pengembangan pariwisata, tata kelola pemerintahan yang baik, keamanan, ketertiban, dan stabilitas ekonomi daerah juga menjadi prioritas.

“Penguatan ketahanan daerah terhadap bencana, penurunan angka kemiskinan, peningkatan perlindungan sosial, pemerataan pembangunan sarana, serta peningkatan teknologi informasi dan komunikasi yang menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Mitra juga terus dikembangkan demi peningkatan kualitas hidup dan ketersediaan pangan utama,” jelas Tuda.

Adapun arah pembangunan Kabupaten Mitra selama lima tahun ke depan adalah sebagai berikut:

Tahun 2025: Memperkuat sumber daya manusia (SDM).

Tahun 2026: Memaksimalkan kontribusi sektor pertanian, perikanan, industri, ketahanan pangan, dan pariwisata dengan dukungan SDM yang memadai, inovatif, dan berkelanjutan.

Tahun 2027: Percepatan pembangunan infrastruktur dan teknologi serta pertumbuhan ekonomi dengan optimalisasi sumber daya alam dan manusia.

Tahun 2028: Memperkuat tata kelola kelembagaan untuk mendukung pemantapan lingkungan hidup sebagai pondasi transformasi pembangunan.

Tahun 2029: Mewujudkan kehidupan publik berkualitas dan pembangunan yang berkelanjutan serta ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Mitra, Grace Oroh, mengatakan bahwa kegiatan Musrembang RPJMD 2025-2029 merupakan wahana integrasi berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan dari seluruh sektor. Musrembang bertujuan menyerap masukan penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan jangka menengah Kabupaten Mitra.

“Kegiatan ini adalah upaya menyerap berbagai masukan untuk merumuskan arah kebijakan pembangunan jangka menengah di Minahasa Tenggara,” ujar Oroh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Mitra, Sophia Antou SE; Wakil Ketua Katrien Mokodaser bersama anggota DPRD; Wakapolres Mitra; Dandim 1302 yang diwakili Danramil Ratahan; Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Utara; Kepala Kejari Minsel Mitra; perwakilan Pengadilan Negeri Tondano; Sekda David Lalandos; staf ahli; para asisten; kepala OPD Mitra; camat; tokoh masyarakat dan agama; unsur perempuan, pengusaha, LSM, GMNI, insan pers, serta tamu undangan lainnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *