Wisata Kuliner Ramadan BI Sulut Sukses, Transaksi UMKM Nyaris Sentuh Rp1 Miliar

Manado, Sulutreview.com – Setelah berlangsung selama hampir tiga pekan, Wisata Kuliner Ramadan 2025 secara resmi ditutup oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Andry Prasmuko, pada Sabtu (22/03/2025).

Tahun ini, kegiatan digelar serentak di tiga lokasi berbeda, yakni di Lapangan Parkir Mega Mall Manado, Lapangan Basket Megamas Sindulang, dan Kota Bitung.

Kegiatan ini berhasil mencatat total transaksi mendekati Rp1 miliar, sejak pembukaannya pada 1 Maret 2025 lalu.

“Kami bersyukur kegiatan ini berjalan sukses dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM di Sulawesi Utara,” ujar Andry dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, pelaku UMKM, perbankan, Pegadaian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, tingginya antusiasme pengunjung, termasuk dari umat beragama lain, menjadi bukti nyata bahwa toleransi di Sulut sangat kuat dan hidup berdampingan dalam keberagaman.

Selain mempromosikan produk kuliner khas daerah, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengembangkan sektor industri halal. Ke depan, BI akan meluncurkan program fasilitasi pembiayaan UMKM, serta mendukung sertifikasi halal dan rumah potong hewan (RPH) di Manado dan Kotamobagu.

“Kami harap kegiatan ini turut mendorong kemajuan industri pariwisata dan ekonomi daerah,” tambah Andry.

Menutup kegiatan, BI juga membagikan paket sembako Ramadan kepada masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari program Rezeki Ramadan.

Sementara itu, mewakili Gubernur Sulut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos, MARS, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Wisata kuliner ini bukan hanya ajang menikmati makanan, tapi juga mempererat tali silaturahmi antarumat beragama serta menjadi sarana promosi kekayaan budaya dan kuliner Sulut,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan di tahun-tahun mendatang, sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan dunia usaha untuk membangkitkan ekonomi daerah secara inklusif.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *