DLH Mitra Menjawab Keluhan Warga Terkait Dampak Lingkungan Tempat Penggilingan Padi di Betelen

DLH Mitra saat turun melakukan penandatanganan berita acara (IST)

Mitra, Sulutreview – Warga di Jaga 2, Desa Betelen, Kecamatan Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) lewat media sosial Facebook mengeluhkan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas penggilingan padi di wilayah mereka. Keluhan tersebut terkait dengan abu halus yang kerap terhirup oleh warga sekitar.

Dinas Lingkungan Hidup Mitra, melalui Kepala Dinas Royke Lumingas, membenarkan adanya keluhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti dengan memberikan teguran secara lisan dan tulisan kepada pengelola tempat penggilingan padi.

“Teguran lisan telah kami berikan dan diberikan waktu hingga 31 Desember 2025,” ujar Royke Lumingas. “Kami telah meminta pengelola untuk mengurangi durasi operasional penggilingan padi dan melakukan penandatanganan berita acara.”

Dinas Lingkungan Hidup Mitra bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat untuk mengawasi pelaksanaan teguran dan memastikan bahwa langkah-langkah mitigasi dampak lingkungan dijalankan secara efektif.

“Kami juga telah melakukan penandatanganan berita acara sebagai bukti komitmen mereka untuk mengurangi dampak lingkungan,” tambah Royke Lumingas. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *