Ratahan, Sulutreview – Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terus berinovasi dalam meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem dialog kinerja dan penyusunan sasaran kinerja pegawai berbasis digital. Inovasi ini sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan diimplementasikan di daerah oleh Bupati Ronald Kandoli dan Wakil Bupati Fredy Tuda.
Kepala BKPSDM Mitra, Rine Komansilan, S.Pd., MAP, melalui Kepala Bidang Kinerja Aparatur Dan Penghargaaan BKPSDM Mitra Ronald R Toloh, SE., ME menjelaskan bahwa implementasi sistem digital ini merupakan bagian dari transformasi digital yang semakin diperlukan di era modern. “Sistem ini berbasis pada Peraturan Menteri PAN RB nomor 6 Tahun 2022 tentang penilaian kinerja ASN,” ujar Toloh. “Dengan sistem digital ini, dialog kinerja ASN diharapkan lebih efisien, transparan, dan akuntabel.”
Dialog kinerja ASN merupakan proses komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan untuk mengevaluasi capaian kinerja, memberikan umpan balik, serta menyusun rencana kerja dan sasaran kinerja ke depan. Proses ini sangat penting untuk menjamin bahwa setiap pegawai memiliki tujuan yang jelas, terukur, dan selaras dengan visi dan misi instansi. “Dengan adanya dialog kinerja, diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan motivasi kerja pegawai,” kata dia.
Ronald menerangkan, BKPSDM Mitra telah memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan dan mempercepat proses dialog kinerja dan penyusunan sasaran kinerja pegawai. Beberapa inovasi yang telah diterapkan antara lain:
- Platform Komunikasi Digital: BKSDM menggunakan platform komunikasi digital seperti video conference (Google Meet) untuk memfasilitasi dialog kinerja, terutama bagi pegawai yang berada di lokasi terpencil atau sedang bekerja dari rumah (work from home). Ini memungkinkan proses dialog berjalan lancar meskipun secara virtual.
- Integrasi Data Kinerja: Sistem digital yang digunakan terintegrasi dengan database kepegawaian, sehingga data kinerja pegawai dapat diakses secara real-time. Hal ini memudahkan atasan dalam memantau perkembangan kinerja bawahan dan memberikan rekomendasi yang tepat.
Implementasi sistem berbasis digital dalam dialog kinerja dan penyusunan sasaran kinerja pegawai memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Proses yang sebelumnya memerlukan banyak waktu dan biaya untuk pengumpulan dokumen dan koordinasi dapat dikurangi secara signifikan. “Dengan sistem digital, kami bisa lebih efektif dalam mengelola data kinerja dan memberikan umpan balik kepada pegawai,” ujar [nama pegawai], salah satu ASN di BKPSDM Minahasa Tenggara.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Dengan sistem digital, semua data kinerja tersimpan secara terpusat dan dapat diakses oleh pihak yang berwenang. Hal ini meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penilaian kinerja.
- Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik: Pegawai yang memiliki sasaran kinerja yang jelas dan terukur cenderung lebih fokus dalam menjalankan tugasnya, sehingga kualitas pelayanan publik dapat ditingkatkan.
- Adaptasi terhadap Perubahan Zaman: Transformasi digital ini menunjukkan komitmen BKSDM Kabupaten Minahasa Tenggara dalam mengikuti perkembangan teknologi dan mempersiapkan ASN untuk menghadapi tantangan di era digital.
Meskipun telah banyak kemajuan yang dicapai, implementasi sistem digital dalam dialog kinerja dan penyusunan sasaran kinerja pegawai juga menghadapi beberapa tantangan. Di antaranya adalah kesiapan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi, ketersediaan infrastruktur digital yang memadai, serta perlunya sosialisasi dan pelatihan secara berkala.
Kedepannya, BKSDM Kabupaten Minahasa Tenggara berharap dapat terus mengembangkan sistem ini dengan cakupan layanan kepada seluruh ASN di kabupaten Minahasa Tenggara yang membutuhkan berbagai jenis layanan administrasi kepegawaian. Dengan demikian, pelaksanaan dialog kinerja dan penyusunan sasaran kinerja pegawai dapat semakin efektif dan berkontribusi pada peningkatan kinerja ASN secara keseluruhan.
Pelaksanaan dialog kinerja ASN dan penyusunan sasaran kinerja pegawai berbasis digital di BKSDM Kabupaten Minahasa Tenggara merupakan langkah progresif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan efisien. Dengan memanfaatkan teknologi, proses ini menjadi lebih transparan, akuntabel, dan efektif. Diharapkan, inovasi ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain dalam menerapkan transformasi digital untuk meningkatkan kinerja ASN dan kualitas pelayanan publik. (***)













