Menginspirasi Siswa Smansa Manado, Kandouw Kutip Kata Bijak Nelson Mandela dan Aristoteles

Wagub Steven Kandouw memberikan hadiah sepeda kepada siswi Smansa. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven OE Kandouw mendorong dan memotivasi siswa siswi SMA Negeri 1 (Smansa) Manado untuk meraih sukses di masa depan.

Sebagai inspirasi yang membangun semangat belajar tersebut, Kandouw membagikan kutipan atau ungkapan yang diucapkan Nelson Mandela, bahwa dengan pendidikan seseorang dapat mengubah dunia.

“Nelson Mandela bilang pendidikan adalah salah satu alat yang bisa mengubah dunia. Bukan hanya mengubah dunia tapi mengubah keluarga dan diri anda. Ingat baik-baik pendidikan akan mengubah status pribadi, status keluarga dan status dunia,” ucap Kandouw saat menghadiri Dies Natalis Smansa yang ke-64.

Tak kalah pentingnya, Kandouw juga mengutip pernyataan Aristoteles, bahwa mendidik pikiran tanpa medidik hati adalah bencana.

“Ini relevan dengan era sekarang era teknologi, orang pintar boleh silahkan, tetapi orang baik itu harus mutlak harus paralel, bahkan harus lebih dulu dari orang pintar. Bayangkan kalau cuma pintar tetapi tidak baik. Contohnya ketika main medsos, seseorang bisa memfitnah dan menghina orang, caci maki orang. Tanpa orang tahu siapa kita. Inilah perlunya orang baik,” sebut Kandouw.

“Adik-adik pesan saya sama dengan Aristoteles bilang, didik pikiran tetapi juga didik hati. Saya rasa kalau kita semua menjadi orang baik maka amanlah,” seru Kandouw sembari mengingatkan bahwa dalam perkembangan medsos banyak toxic people atau manusia racun, yang tidak bisa melihat kesuksesan orang, tidak bisa melihat keberhasilan orang.

Kandouw juga menyerukan agar siswa Smansa Manado, agar menjauhi hal-hal yang berkaitan dengan sickness of society atau penyakit di masyarakat.

“Seperti narkoba jangan sampai. Selanjutnya
physco society, yakni judi online. Ini betul-betul musuh, sampah, siapa saja bisa main. Karena itu penting untuk periksa aplikasi anak-anak, jangan ada judi online, yang ada harus dihapus. Termasuk pinjol atau pinjaman online. Ini Berbahaya,” tegas Kandouw.

Sebelumnya, Kandouw memuji progress Smansa yang sejak dulu telah dikenal sebagai salah satu ikon di Kota Manado.

“Ada 3 ikon di Kota Manado, yaitu Gereja Sentrum, Pasar 45 dan SMA Negeri 1 Manado. Ini sudah dari dulu. Kalau ikon sekarang yang instagramable adalah Manado Beach Walk Malalayang (MBW) Manado Bay dan Pasar Bersehati. Dari sini bisa foto sunset di sore hari dengan view Jembatan Soekarno,” tukasnya.

Berkaitan dengan capaian prestasi, Kandouw mendorong Smansa untuk terus lebih gigih berjuang, jangan sampai kalah dengan sekolah lainnya. Antara lain SMA Negeri 9.

“Tahun depan kalian harus bisa mengalahkan SMA Negeri 9 Manado. Karena mereka bisa berprestasi di Olimpiade sampai Korea,” ujarnya menyemangati.

Kepada siswa siswi Smansa, Kandouw mengatakan harus bangga karena berdasarkan data yang ada. Lulusan sarjana hanya 15 persen, lulusan SMA 25 persen dan 60 persen hanya sampai SMP.

“Anda-anda semua harus bangga karena sampai di SMA. Harus tunjukkan prestasi,” ungkapnya.

Turut hadir Kepala Sekolah Smansa Manado, Jemmy Jeremias, siswa siswi, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sulut.(Advertorial Kominfo Sulut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *