Jalankan Tugas Paskibraka, Oswaldo Kandouw Siapkan Mental dan Fisik

Oswaldo Kandouw. Foto : Hilda

OSWALDO Rolly Octavianus Kandouw, putra bungsu pasangan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven OE Kandouw dan dr Kartika Devi Tanos menyatakan siap untuk menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Gubernur Sulut, pada Sabtu (17/08/2024).

Mendapatkan kepercayaan mulia tersebut, Oswaldo yang memiliki tinggi badan 174 cm di usia 15 tahun, menyatakan telah menyiapkan mental, fisik, jasmani dan rohani.

“Persiapan yang saya lakukan adalah mental, fisik, jasmani dan rohani, sehingga pada hari H nanti benar-benar bisa tampil dengan baik,” ungkapnya usai mengikuti Pengukuhan Paskibraka di Graha Bumi Beringin, Kamis (15/08/2024).

Sebagai putra seorang pejabat, Oswaldo mengaku bangga bisa menjadi diri sendiri. Bahkan hal itu merupakan modal utama dari bagian 30 orang Paskibraka.

“Saya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada orang tua saya yang selalu memberikan dukungan sehingga sampai di tahap ini,” tuturnya.

Oswaldo yang lahir di Manado 5 Februari 2009, memiliki motto Ora et Labora atau berdoa dan bekerja. Menurutnya, untuk menjalankan tugas Paskibraka, selain mempersiapkan mental dan fisik, juga harus diperkuat dengan doa.

“Memang ada perasaan grogi, tetapi harus tetap percaya diri dan tentunya harus berdoa,” ucap Oswaldo yang adalah pebasket andal sejak di bangku SMP Eben Haezar.

Menariknya, pelajar SMA kelas 1 ini, banyak mendapatkan gemblengan di pelatihan Paskibraka sejak 31 Juli 2024. Namun bagi Oswaldo bukan hal yang sulit. Pasalnya, sejak usia dini dia sudah terbiasa mandiri.

“Sejak kecil saya sudah mandiri melakukan segala sesuatu sendiri. Namun selama pelatihan saya banyak mendapatkan edukasi. Saya menyampaikan terima kasih kepada para pelatih,” tukasnya.

Saat ditanya apa cita-citanya ke depan, rupanya Oswaldo ingin mengikuti jejak sang ayah, untuk menjadi seorang politisi.

“Saya ingin menjadi politisi, makanya saya ingin melanjutkan studi di Fisip (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-red),” pungkasnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *