Brigjen Turnip Irup Peringatan Harkitnas

Brigjen Turnip bertindak sebagai irup peringatan Harkitnas. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – Komandan Korem 131 Santiago, Brigjen TNI Martin Susulo M. Turnip, S.H., M.H, bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) pada Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 Tahun 2024 “Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas” yang dilaksanakan di lapangan upacara Korem 131 Santiago, pada Senin (20/05/2024).

Upacara ini diikuti oleh Kasrem, Para Kasi Korem, Para Kabalakaju Kodam, Para Pasi dan Kabalakrem serta seluruh Prajurit dan PNS, Korem 131 Santiago.

Komandan Korem 131 Santiago membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang menyampaikan bahwa Harkitnas tahun ini merupakan momentum untuk memperingati kebangkitan bangsa Indonesia yang diawali dengan berdirinya organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908.

“Kebangkitan ini menjadi tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan,” ucapnya mengutip sambutan
Menkominfo RI.

Ia juga menyampaikan bahwa “Bangkit untuk Indonesia Emas” memiliki makna yang mendalam dan mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk bangkit dan bersatu dalam semangat nasionalisme untuk mencapai Indonesia Emas, yaitu Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

“Dalam aspek bisnis, sosial dan ekonomi, trasformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Perekonomian Indonesia harus tumbuh dikisaran 6 hingga 7% untuk dapat mencapai target negara berpendapatan tinggi atau negara maju pada tahun 2045,” jelasnya.

Percepatan transformasi digital nasional oleh bapak Presiden Joko Widodo yang dipacu beberapa tahun terakhir ini. Kerjasama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi yang sudah di mulai dinikmati diseluruh penjuru tanah air.

“Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini, kita harus menatap hari depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri dan keyakinan dan dititik inilah seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita menjadi modal dasar menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *