Manado, Sulutreview.com – Musim kemarau yang berkepanjangan ternyata menjadi berkah tersendiri bagi petani yang telaten menanam buah semangka dan melon.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey, mengaku sukses menanam dan berhasil mendapat keuntungan yang melimpah.
Sumber pendapatan yang menguntungkan tersebut, ungkap Olly perlu disampaikan kepada masyarakat petani agar menjadi inspirasi untuk diikuti.
“Saya tanam semangka, dan baru-baru ini, hasil produksinya mencapai 3 ton. Kemudian dijual dengan harga Rp8 ribu per kilogram atau sekitar Rp24 juta. Biaya produksi Rp10 juta, jadi keuntungannya sebesar Rp14 juta,” tutur Olly di hadapan peserta High Level Meeting (HLM) TPID Sulut 2023 yang dilaksanakan di aula BI Sulut, pada Sabtu (04/11/2023).
Demikian juga dengan menanam melon, hasil panennya maksimal dengan keuntungan yang pasti akan menopang perekonomian.
“Perekonomian di Sulut bisa naik, karena 70 persen ditunjang oleh pertanian. Karena itu, petani agar memanfaatkan lahan-lahan yang ada untuk bercocok tanam,” tukasnya.

Tanah di Sulut, ungkap gubernur 2 periode ini, tak ubahnya seperti lirik lagu yang dinyanyikan penyanyi legend Koes Plus, ‘orang bilang tanah kita tanah surga tongkat kayu dan batu jadi tanaman’.
“Tanah kita subur manfaatkan untuk menanam. Walaupun El Nino tapi pertanian di Sulut terus menghasilkan nilai tambah bagi petani. Perkebunan dan hortikultura kita dorong terus sehingga daya beli petani tinggi,” ucap Gubernur Olly.
Olly secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), yang tetap meluangkan waktu untuk bercocok tanam.
“Meski sebagai pegawai tetapi ASNN juga ikut bertani. Untuk itu, diimbau kepada masyarakat petani agar memanfaatkan lahan yang ada, sehingga hasil pertanian naik,” sebutnya.
Kepada sejumlah bupati dan wali kota yang hadir, Olly mengingatkan untuk mendorong daerahnya memiliki gairah menanam.
“Baru-baru ini saya panen balakama atau kemangi. Ternyata, tanaman tersebut diminati masyarakat, bahkan sempat dikirim ke kepulauan. Nah, tanaman sederhana seperti ini kan bisa dioptimalkan di daerah. Dengan demikian uang masyarakat itu berputar di daerah,” ungkap Gubernur Olly.
Olly juga menyentil Kabupaten Talaud yang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) rendah. Ini menandakan perputaran uang tidak ada di sana. “Makanya perlu didorong agar masyarakat tidak membelanjakan uangnya di daerah lain. Ini akan berdampak pada perekonomian daerah,” tandasnya.(hilda)













