Minsel, Sulutreview.com – Program non fisik mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), angkatan 134 Posko Malenosbaru dan Posko Ritey Kecamatan Amurang Timur, menuai sukses.
Bersama dengan Tim Pengabdian LPPM Unsrat, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertemakan ‘Usaha Rumah Tangga di Era Digital pada Desa Malenos Baru dan Laporan Keuangan Usaha Kecil Menengah’ pada Desa Ritey yang dilaksanakan pada hari Senin (17/04/2023).

Program ini merupakan kegiatan terakhir dalam melaksanakan Program KKT 134 pada Posko Malenosbaru dan Posko Ritey, karena mereka kembali ditarik ke Kampus Unsrat, pada Selasa (18/04/2023).

Kegiatan Pengabdian oleh Tim LPPM Unsrat pada Posko Malenosbaru disambut oleh Hukum Tua Simon J.M. Repi, SE., perangkat desa serta ibu-ibu yang mempunyai usaha rumah tangga menyempatkan hadir di pagi hari dan di tengah kesibukan mereka.
Kegiatan pengabdian di Desa Malenosbaru dihadiri oleh Ketua LPPM Unsrat Prof. Dr. Ir. Jefrey I. Kindangen, DEA.GP.IAI.

Ia menyatakan bangga serta salut atas peran mahasiswa KKT. “Saya bangga dan salut serta mengapresiasi mahasiwa KKT dan DPL yang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan melibatkan pelaku usaha yang ada di Desa Malenosbaru, yang bertepatan pada hari yang sama dalam tugas monitoring dan evaluasi Kegiatan KKT 134,” katanya.
Selanjutnya, pada Posko Ritey disambut oleh Hukum Tua Sedy Willy Moroki serta Perangkat Desa dan para UKM Desa Ritey, yang juga sangat senang dan bangga karena dikunjungi dan mendapat ilmu dari Tim LPPM Unsrat.

“Para UKM sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada siang hari, walaupun ditengah kesibukan, mereka menyempatkan diri untuk hadir,” ujarnya.
Dr. Jenny Morasa, SE.MSi.Ak.CA, dan Dr. Rita Norce Taroreh, SE.MPd., mengajak ibu-ibu Desa Malenosbaru tetap semangat dalam era digital, di mana sangat diperlukan potensi pemberdayaan ibu-ibu dalam mengurus rumah tangga serta mendorong agar para ibu rumah tangga dapat mengelola keuangan keluarga. Yakni kegiatan yang dapat memperbaiki kondisi keuangan keluarga, dengan cara mengembangkan kemampuan diri sendiri.

“Belajar mengelola keuangan keluarga maka kita dapat belajar cara mengambil keputusan berdasarkan skala prioritas, sehingga dapat memprioritaskan kebutuhan, dengan harapan ada uang yang tersisa untuk masa yang akan datang dengan cara menabung,” kata Dr. Imelda W.J. Ogi, SE.MM.
Prof. Dr. Jullie J. Sondakh, SE.MSi.Ak.CA.CPA, menjelaskan pada UKM Desa Ritey bahwa UKM adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan ataupun badan usaha.
“Jenis komoditi atau barang yang ada pada usaha tidak tetap atau bisa berganti-ganti sewaktu-waktu, seperti kuliner, fashion dan agribisnis,” sebut Lidia Marlina Mawikere, SE.MSi.Ak.CA., menambahkan.

Anneke Wangkar, SE.MM.Ak.CA., Lady Diana Latjandu, SE.MM., Sherly Pinatik, SE.MSA.Ak.CA dan Syermi Stella Emma Mintalangi, SE.MM., ikut menjadi narasumber.
Dalam kondisi pasca pandemi, para pelaku UMKM harus mampu merespons perubahan perilaku dan pola konsumen, saat ini konsumen lebih memilih untuk belanja secara online.
Perubahan perilaku konsumen memberi peluang yang besar kepada para pelaku Usaha Rumat Tangga dan UKM khususnya yang ada di Desa Malenosbaru dan Desa Ritey, berusaha dengan menggunakan fasilitas internet.
Kegiatan pengabdian ini diprakarsai dan diikuti oleh mahasiswa KKT 134 Posko Malenosbaru berjumlah 17 mahasiswa dan Posko Ritey berjumlah 12 mahasiswa yang didampingi DPL Dr. Jenny Morasa, SE.MSi.Ak.CA., serta Pengawas Dicky J. Paseki, SH.MH.,
Menurut korpos Rikky Richart Kalangi, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan korpos Revier Reinhart Christy, juga Mahasiswa Fakultas Teknik (FT), kegiatan ini, termasuk program kerja non fisik, sangat bermanfaat dan menambah ilmu serta wawasan dalam mereka yang akan bekerja nanti setelah menjadi Sarjana.(srv)













