Catatan : Ekonom Sulut, Frederik Gerdy Worang
SEPERTI kita ketahui Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di saat banyak negara di dunia mengalami kesulitan ekonomi yang ditandai dengan inflasi yang tinggi dan tidak mengalami pertumbuhan.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai “the ruling party” memainkan peran yang penting arah politik & ekonomi di Indonesia.
Dalam ilmu politik ekonomi, parlemen memberikan masukan arah kebijakan ekonomi negara kepada Presiden melalui undang-undang (UU) yang dibuat.
Baiknya PDI Perjuangan yang mempunyai kursi terbanyak di DPR RI bisa memperjuangkan arah kebijakan ekonomi nasional. Misalnya UU menyangkut investasi, tenaga kerja, dan lainnya. Hubungan baik kerja sama dengan sesama anggota di parlemen & kementerian tercipta.
Juga syarat tata kelola yang baik (good governance) melalui mekanisme Check and Balances berjalan dengan baik antara Presiden sebagai lembaga executive & PDI-P di legislatif.
Indonesia mampu melewati krisis di saat pandemic Covid-19 dan ekonomi yang baik dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5% sementara negara lain seperti Amerika dan negara di Eropa di bawah 2.5% dan bahkan resesi.
Ini semua tidak lepas dari PDI Perjuangan mendukung Presiden Jokowi. Oleh karena itu Ketua Umum PDIP Megawati dalam sambutannya di acara 50 tahun PDIP mengatakan bahwa tanpa (dukungan) PDI Perjuangan Presiden Jokowi akan “kerepotan”.
Sementara itu, Presiden Jokowi dalam sambutannya memberikan applause kepada partai yg berkuasa ini mengatakan “Bu Mega Tidak Grusa Grusu”.
Dibandingkan dengan partai lain yang sudah mengajukan capresnya Frederik Worang mengatakan beban politik mempengaruhi kinerja ekonomi dalam negeri.
PDI-P yang matang dalam berpolitik mengutamakan kepentingan nasional menghadapi gejolak ekonomi dunia.
Saat ini ada 16 negara pasien IMF dan 36 negara lainnya antri meminta bantuan lembaga keuangan dunia itu. Beruntung Indonesia tidak termasuk. 2023 tahun perjuangan, Indonesia optimis.(*)













