Jadi Pekerja Migran, Olly Dorong Rhamdani Siapkan SDM Profesional

Gubernur Olly hadiri rapat bersama BP2MI. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara (Sulut) Jumat (15/7/2022).

Kehadirannya disambut Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang mengapresiasi peran BP2MI, bahkan menginisiasi pelaksanaan rapat dengan Pemprov Sulut. Sekaligus
mendorong, menjalin dan membuka kesempatan serta perlindungan pekerja migran khususnya dari Sulut.

Rapat ini memberikan dampak positif untuk permintaan pekerja asal Sulut ke luar negeri

Sesuai laporan yang ada, banyak pekerja migran asal Sulut yang bekerja di Amerika, Jepang, Korea dan Belanda.

“Kerja sama ini bisa berjalan baik, sehingga generasi muda asal Sukut bisa mendapatkan tempat pekerjaan di negara yang membutuhkan tenaga profesional Sulut,” katanya.

BP2MI lanjut Olly, telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan 11 kabupaten/kota di Sulut terkait perlindungan pekerja migran dan keluarga.

Hal ini membanggakan, karena Kepala BP2MI Benny Rhamdani merupakan kader Sulut.

“Jadi membawa dampak positif bagi kita semua. Semua daerah mengirimkan tenaga kerja profesional ke negara membutuhkan, tapi ada batasnya. Kami harapkan Benny mendorong tenaga kerja profesional dari Provinsi Sulut. Kita siapkan SDM-nya dari segi kemampuan bahasa dan skilnya, ” ungkapnya.

Ia mencontohkan di Jepang, banyak orang Sulut yang direkrut menjadi pembuat roti. Ia melihat langsung ketika mengunjungi Jepang.

“Paling banyak dari Tomohon. Keterampilan mereka membuat roti bagus juga,” katanya.

Begitu pun pekerja yang direkrut Belanda ternyata membutuhkan tenaga terampil Sulut

“Kendala kita hanya di bahasa. Mudah- mudahan mulai mempersiapkan SMK siap di negara asing,” ungkapnya.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, di masa Presiden Joko Widodo telah dikeluarkanlah UU yang revolusioner berpihak ke tenaga migran.

“Negara hadir memberikan pelayanan terbaik, fasilitas, dan perlakukan hormat ke Pekerja Migran Indonesia,” ungkapnya.

Pekerja Migran merupakan penyumbang devisa negara terbesar kedua setelah Sektor Migas dengan angka Rp 159 triliun per tahun.

Di masa Jokowi, sudah banyak program untuk menunjang pekerja migran. Semisal di Bandara saat ini disiapkan Lounge khusus bagi Pekerja Migran. Hendak tiba maupun berangkat, para pekerja migran disiapkan jalur khusus.

Bahkan saat ini para Pekerja Migran Indonesia diberikan Kredensi atau surat kepercayaan negara dikeluarkan BP2MI.

Kredensi biasanya hanya diberikan ke duta besar, bahkan menteri, dan kepala daerah pun tak memiliki kredensi

“Pekerja Migran ini merupakan pejuang keluarga, dan pahlawan negara, ” katanya.

Saat ini negara menyiapkan fasilitas pinjaman bunga lunak ke calon pekerja migran plafon nya 40-100 juta bagi mereka yang hendak membiayai keberangkatan ke luar negeri.

Pada kesempatan itu dirangkaikan dengan penandatangan Nota Kesepakatan antara Pemprov dan BP2MI, dan penyerahan penghargaan bagi kepala daerah di Sulut yang sudah mendukung pekerja migran.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *