Likupang, Sulutreview.com – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan motor penggerak ekonomi yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Menyadari hal itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), secara konsisten melakukan berbagai terobosan agar UMKM semakin maju dan berkembang dengan menghasilkan produk berkualitas.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan di tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi, pariwisata menjadi sektor yang mampu mendongkrak perekonomian, menyusul ditetapkannya Sulut sebagai salah satu daerah pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di 5 wilayah, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang Sulut.
Pencanangan 5 wilayah tersebut diharapkan dapat mendorong kualitas pariwisata yang lebih memadai dan menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional agar lebih lama berwisata di Indonesia.
“Secara tidak langsung, hal ini juga akan berdampak pada peningkatan kualitas produk-produk ekonomi kreatif di daerah 5 Destinasi Super Prioritas, termasuk di Pulau Bangka, Likupang, Minahasa Utara,” katanya saat membuka Pelatihan Pengembangan UMKM Pulau Bangka di Bastianos Bangka Dive Resort, Likupang Timur, Minahasa Utara, Sabtu (11/6/2022).
Pelatihan UMKM, sambung Arbonas sebagai upaya mengoptimalkan potensi wisata dalam lingkup fokus area pengembangan tersebut, di mana BI Sulut hadir menyelenggarakan pelatihan pengembangan UMKM dengan tujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kompetensi para pelaku usaha dan kualitas sumber daya manusia sebagai penggerak utama wisata Pulau Bangka.
Pelatihan ini juga, ungkap Arbonas merupakan tindak lanjut koordinasi yang rutin dilakukan antara Bank Indonesia dengan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves terkait Pengembangan DPSP Likupang, khususnya Pulau Bangka.
Dalam penyelenggaraan pelatihan pengembangan UMKM ini, BI Sulut bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Minahasa Utara dan Integrated Mindset Unique Talent and Spiritual (IMUTS) Pelatih Indonesia yang akan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada pelaku UMKM.
“Melalui program pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah baru untuk membentuk growth mindset pelaku UMKM yang sukses, mampu mengembangkan usaha yang dimiliki secara lebih produktif, serta turut menjadi penggerak dalam kesuksesan Pulau Bangka sebagai destinasi wisata prioritas di Likupang yang akan turut mendorong peningkatan kapasitas ekonomi daerah,” jelas Arbonas.
Ditambahkan Arbonas, kearifan lokal dalam pengembangan UMKM, khususnya di lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, perlu terus didorong dengan melihat setiap peluang yang ada.
“Untuk menarik kunjungan wisatawan dan meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia perlu dilakukan terobosan. Misalnya saja dengan menyambut tamu yang datang dengan tarian tradisional seperti Maengket. Atau menghidangan kuliner bercita rasa lokal. Ini akan meninggalkan kesan yang tidak akan terlupakan,” ujarnya.
Turut hadir Deputi Kepala Perwakilan, Divisi Perumusan dan Implementasi KEKDA, Fernando Butar-butar yang secara khusus mengawal jalannya pelatihan para pelaku UMKM Pulau Bangka Likupang.(hilda)













