Manado, Sulutreview.com – Pasca libur Lebaran 2022, Kota Manado dan Kota Kotamobagu mengalami inflasi.
Kota Manado dan Kota Kotamobagu tercatat inflasi masing-masing sebesar 1,55% (mtm) dan 1,43% (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang juga tercatat inflasi masing-masing 0,40% (mtm) dan 0,87% (mtm).
Sementara secara tahunan, inflasi Kota Manado tercatat sebesar 2,19% (yoy), dan Kota Kotamobagu sebesar 3,33% (yoy), berada pada rentang sasaran inflasi nasional yang sebesar 3+ 1% (yoy).
Menyikapi hal itu, program kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi Utara perlu terus diperkuat untuk menjaga tingkat inflasi tetap pada rentang sasarannya.
Sinergi dan koordinasi dalam rangka pengendalian inflasi yang dilakukan oleh TPID baik pada tingkat Provinsi Sulawesi Utara ataupun Kabupaten/Kota sepanjang bulan April 2022 telah terbukti mampu mengendalikan inflasi Sulut terutama pada periode HBKN Idul Fitri 2022.
Diketahui, pada 14 April 2022, telah dilaksanakan High Level Meting (HLM) TPID se-Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin olen Wakil Gubernur Sulawesi Utara dan dihadiri olen Kepala Daerah Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara, antara lain Walikota Tomohon, Bupati Minahasa Utara, Bupati Minahasa, Bupati Minahasa Selatan, Bupati Kepulauan Sitaro, Wakil Walikota Manado, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan, dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara.
Melalui HLM tersebut, Wakil Gubernur Sulut memberikan arahan bagi TPID Provinsi dan Kab/Kota agar dapat mengantisipasi lonjakan harga melalui pemantauan rutin harga dan pasokan, serta menjaga ekspektasi masyarakat salah satunya melalui komunikasi bijak berbelanja.
Menindaklanjuti hal tersebut, TPID Provinsi Sulut telah melakukan sidak pasar dan sosialisasi bijak belanja di Pasar Bersehati Manado pada tanggal 28 April 2022.
Di samping itu, TPID Manado juga telah menindaklanjuti rapat tersebut melalui pelaksanaan HLM yang dipimpin oleh Wakil Walikota Manado pada tanggal 25 April 2022, dan operasi pasar komoditas minyak goreng curah pada tanggal 28 April 2022 di Pasar Bersehati Manado.
Melalui pelaksanaan program-program tersebut, inflasi Sulawesi Utara masih terkendaii pada rentang sasaran 3+1% (yoy).
“Oleh sebab itu, sinergi dan koordinasi yang sudah baik ini perlu senantiasa dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjaga stabilitas harga dan tingkat inflasi di Sulawesi Utara,” ungkap Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Sulut Arbonas Hutabarat pada Senin (9/5/2022).
Dalam hal ini, Bank Indonesia Sulawesi Utara akan senantiasa berpartisipasi aktif dalam TPiD salah satunya melalui pelaksanaan Survei Pemantauan Harga (SPH) dan update Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dapat diakses melalui https://hargapangan.id sebagai dasar asesmen dan rekomendasi bagi Pemerintan Daerah, sekaligus sebagai sarana komunikasi harga real-time kepada masyarakat.(srv)













