Adythia Pratama: Masalah Diijinkan Tuhan Terjadi Agar Kita Mencari Tuhan

Tangkapan layar Adythia Pratama dan Maria Shandi saat menggelar diskusi secara daring (Ist)

Masalah yang terjadi dalam kehidupan orang percaya diijinkan terjadi agar umat manusia tetap mencari Tuhan sang pemilik hidup

Penegasan ini disampaikan Adythia Pratama, suami tercinta dari Maria Shandi dalam pelayanan firman pada kegiatan diskusi yang dilakukan secara daring, Rabu (02/03/2022).

Menurut dia, keselamatan tidak terjadi secara instant. Tuhan Yesus mati diatas kayu salib adalah sebuah anugerah agar umat manusia diselematkan

“Ibarat pohon, pohon yang baik memiliki akar dan buah. Akar pohon memang tidak terlihat. Jika keselamatan ibarat pohon, apa penyebab dari keselamatan. Selama akar masih ada maka pohon akan terus tumbuh,” kata dia

Lanjut dia, keselamatan ibarat akar dari pohon. Kalo kita berakar didalam Tuhan maka kita akan menghasilkan buah yang baik. Matius 3:10 berkata kapak sudah tersedia pada akar pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api

“Karena anugerah Tuhan diatas kayu salib sehingga manusia menjadi layak dan diselamatkan. Kalo seseorang bilang sudah selamat terus tetap hidup dalam dosa, maka dia tidak benar selamat karena yang lahir dari Allah tidak hidup dalam dosa,” jelas ayah dari Akasa Pratama ini

Tambahnya lagi, memang kita semua berdosa dan bisa berbuat dosa tapi orang yang sudah selamat atau jadi orang percaya, jika ia berbuat dosa maka dia akan menyesal dan berjuang untuk tidak berbuat dosa lagi. Walaupun kita percaya sama Tuhan Yesus tapi kita terus hidup didalam dosa maka kita tidak benar-benar percaya. Percaya hanya bisa dibuktikan dengan tindakan yang sesuai dengan keinginan Bapa di sorga. Karena percaya adalah tindakan nyata

“Orang percaya dibuktikan dengan cara hidupnya setiap hari dan akar keselamatan hanya satu yaitu pengorbanan Yesus diatas kayu salib bagi manusia,” tutup Adythia Pratama yang juga turut didampingi Maria Shandi pada gelaran sharing lewat daring yang diikuti oleh sekitar 290 peserta. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *