Manado, Sulutreview.com – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) intens gelorakan wawasan kebangsaan.
Hal itu terjawab melalui upaya sosialisasi yang dilakukan dalam beberapa pekan terakhir dengan menyasar sejumlah daerah pemilihan (dapil).
Wakil Ketua DPRD Sulut Victor Mailangkay melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan di dapil Kota Manado, yakni di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), Jemaat Ranotana, Karombasan.
Mailangkay pada kesempatan itu, didampingi narasumber dari kalangan akademisi, Dr. Merry Elisabeth Kalalo yang juga dekan Fakultas Hukum Unsrat periode 2008-2014.

Wakil Ketua DPRD Sulut Victor Mailangkay saat melakukan sosialisasi
Mailangkay menyebutkan, semakin mantap wawasan dan kesadaran akan jiwa dan semangat serta rasa dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia dalam diri konstituen, khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya akan memiliki imunitas dan daya tangkal atau resiliance terhadap berbagai virus dan penyakit yang menyerang integritas bangsa Indonesia. Baik yang datang dari dalam maupun dari luar Indonesia.
“Wawasan kebangsaan akan membuka cara pandang dan kesadaran bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya dalam mencapai tujuan nasional seperti yang tertulis dalam alinea ke empat pembukaan UUD 1945. Yang mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ideologi, politik, sosial budaya dengan berlandaskan dan berpedoman pada falsafah ideologi pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara dalam wilayah NKRI yang Bhineka Tunggal Ika.” ujarnya.
Dia merinci ada 4 tujuan nasional bangsa Indonesia yang tercantum dalam alinea ke empat pembukaan UUD 1945 yaitu :
1. Yang melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia
2. Memajukan kesejahteraan umum
3 Mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Melaksanakan ketertiban dunia, kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selanjutnya, anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara (Minut),
Sabtu (26/2/2022).

anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Berty Kapojos SSos melakukan sosialisasi di Desa Kolongan
Tampil sebagai moderator Ellen Goni Tarunajaya ST MM.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri puluhan masyarakat yang ada di Desa Kolongan.
Warga terlihat antusias mendengarkan pemaparan tentang wawasan kebangsaan.
Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan pentingnya masyarakat memahami wawasan kebangsaan, apalagi negara ini memiliki agama yang berbeda, suku dan RAS. “Berbicara wawasan kebangsaan memberikan pengertian tentang kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal lka dan NKRI,” Kata Kapojos.
Kapojos dalam sesi tanya jawab dengan masyarakat menjawab pertanyaan warga tentang pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila (P4) sudah mulai dilupakan. “Untuk itu harus dijaga. Kita bersyukur di sulut jadi contoh, betul-betul menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Ketua Komisi III DPRD Sulut ini.
Kapojos mengingatkan agar masyarakat tetap menunjukan sikap demokrasi. Bahkan Kapojos menyerukan bahwa “NKRI” Harga Mati.
Dalam sosialisasi ini, menghadirkan Nara sumber Dr. Danny Pinasang yang merupakan Pembantu Dekan (PD) I Fakultas Hukum Unsrat Manado. Dia memaparkan materi terkait Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. ” Sebagai warga negara Indonesia, kita bangga karena kita hidup di negara Indonesia yang punya Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” terangnya.

Wawasan kebangsaan mampu menjaga persatuan dan kesatuan
Di tempat terpisah, legislator DPRD Sulut Dapil Minahasa-Tomohon Herol V Kaawoan (HVK) juga melaksanakan sosialisasi wawasan kebangsaan di dua titik, pertama di Desa Kaima Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa yang dihadiri oleh pemerintah setempat yakni sekretaris desa Army Kindangen dan tokoh Masyarakat serta Tokoh Agama Imam di tiga (3) Masjid yang ada di kecamatan Remboken.
Pelaksanaan sosialisasi wawasan kebangsaan untuk titik kedua di kelurahan Walian dua kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon yang dihadiri oleh Lurah Samuel Manoppo Ssos, Ketua Pemuda GMIM Bukit Zaitun Sist Wynie Tombuku bersama pemuda dan pemudi serta tokoh agama, bahkan masyarakat setempat.

HVK saat sosialisasi di Desa Kaima Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa
HVK saapaan akrabnya dalam penjelasannya mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini dalam rangka peningkatan pemahaman dan kesamaan pandangan dalam meningkatkan rasa Nasionalisme dan Cinta tanah air. “Hal ini dipandang perlu karena DPRD merupakan salah satu unsur Pemerintahan Daerah, yang juga mempunyai tugas menumbuh kembangkan semangat Nasionalisme dan cintah tanah air,” kata Wakil Ketua Komisi Satu DPRD Sulut ini.
Sementara itu, anggota DPRD Sulut Dapil Minut-Bitung, Fabian Kaloh dalam pemaparannya mengingatkan kembali soal pentingnya para Aparat Sipil Negara (ASN) untuk memahami wawasan kebangsaan, khususnya dalam melayani masyarakat.
“Birokrasi jangan berbelit, jangan buat susah rakyat,” ucap personil komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Sulut di hadapan para ASN dan aparat desa/Kelurahan.

Anggota DPRD Fabian Kaloh optimistis masyarakat akan teredukasi
Kaloh kembali mengatakan jika ASN bekerja dengan baik, tanpa membeda-bedakan rakyat itu adalah wujud dari kecintaan ASN kepada 4 pilar yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kalau pelayanan prima, maka rakyat tidak akan ribut,” ucap mantan birokrat senior Pemkot Bitung itu.
Dia mengingatkan kepada para ASN dan aparat Desa yang hadir agar menjadi agen ‘multi level marketing’ tentang nilai-nilai yang ada dalam Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Saya mengajak kita semua belajar soal hidup rukun dan damai dari wilayah Aertembaga dan Pateten. Aertembaga mayoritasnya Kristen, dan Pateten mayoritas Muslim. Meski kita berbeda tetapi tetap dipersatukan” terangnya.

Masyarakat menyimak setiap materi wawasan kebangsaan yang disampaikan wakil rakyat.
Sementara itu, Inggried Sondakh menggelar sosialisasi di Desa Kalasey I Kecamatan Mandolang dengan menghadirkan tokoh-tokoh agama dan masyarakat. Inggried juga menyampaikan bahwa sosialisasi wawasan kebangsaan penting untuk terus diingatkan kepada masyarakat.
“Wawasan kebangsaan adalah perwujudan dari kehidupan damai meski berlatar belakang berbeda,” tandasnya.

Anggota DPRD Sulut Inggrid Sondakh saat melakukan sosialisasi di Tateli
Sekretaris DPRD Glady Kawatu yang juga turut hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut mengatakan, bahwa tujuan dari sosialiasi wawasan kebangsaan yang dilakukan oleh anggota dewan adalah untuk menumbuhkan dan memperkuat kembali rasa nasionalisme untuk menjaga bangsa ini.
“Paham radikalisme, tidak bisa disangkal masih banyak di daerah kita. Lewat Sosbang para anggota dewan ini, kita akan semakin memahami bahwa perbedaan itu adalah kekuatan, dan perbedaan harus kita hargai dengan mencintai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sebut Kawatu.
Kegiatan sosbang ini, turut dihadiri oleh Sekretaris Dewan Glady Kawatu,Kepala Bagian Umum, Jhon Paerunan, SH, Kabag Keuangan, Dammy Tandean, Kasub dan Staf sekretariat Dewan.(Advetorial DPRD Sulut)













