APPSI Kota Bitung Tolak Keras Penguasaan Pasar Tanpa Bukti Hukum Yang Jelas

IMG-20210818-WA0009

K.H Hairrudin Bandu (baju putih) saat bersama pedagang di pasar winenet

Bitung, Sulutreview.com– Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Bitung dengan tegas menyatakan menolak keras akan adanya penguasaan Pasar Tanpa Adanya Bukti Hukum Yang Akurat dan jelas.

Hal ini digaungkan Ketua APPSI Bitung K.H Hairrudin Bandu S.Sos melalui siaran persnya Jumat (03/12/2021) menyusul adanya kabar beredarnya Surat Ahli Waris Simon Tudus yang mengaku pemilik lahan pasar winenet.

Ada pun poin-poin pernyataan sikap pihak APPSI Bitung yang disampaikan melalui Humasnya Vanny Kaunang sebagai berikut.

  1. Pedagang mempersilahkan para ahli waris untuk mengajukan gugatan kepengadilan kepada pemerintah kota atau Perumda, agar dalil dalil hukum tentang pembuktian kepemilikan tanah bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
  2. Secara faktual tanah yang menjadi lahan paaar wineenet diketahui pedagang sudah dikelola oleh pemerintah kota Bitung, semenjak tahun 80an dan dikuasai pemerintah lebih dari 20 tahun.
  3. Sepanjang tidak ada putusan pengadilan tentang lahan tersebut, maka siapapun tidak boleh melakukan penagihan atas lahan dan kios. Kami akan bersatu dan melawan tindakan sepihak tersebut.
  4. Selama ini pemerintaah lewat perumda tidak pernah melakukan penagihan atas lahan dan kios karena sedang ada proses hukum dipengadilan karena gugatan sompotan. Yang ditagih adalah iuran kebersihan dan pengelolaan pasar. Pemerintah saja mengjormati proses hukum. Harusnya semua pihak melakukannya.
  5. Pedagang akan melakukan perlawanan jika tanpa kepastian hukum melakukan tindakan atas objek. Kami pedagang tidak mau dan menolak jika ada penyelesaian politik diluar kepastian hukum. Karena itu kami meminta pemerintah menyikapi tindakan pihak yang memgirim surat mengakibatkan pengancaman atau keresahan pada pedagang.
  6. Kami percaya pemerintah dan aparat keamanan tidak akan membiarkan para pengganggu dan pembuat onar pasar melakukan keributan. Seperti pernyataan Kapolres ketika menindak keluarga Awondatu dibagian dalam pasar. Silahkan proses hukum, jika merasa punya hak atas tanah.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan untuk dijadikan pegangan bagi semua pihak.

Tertanda Ketua APPSI Kota Bitung KH. Ust. Hairrudin Bandu S.Sos. Ketua Komisariat Appsi Pasar Selaras Tamrin B. Devisi Advokasi Appsi Kota Bitung Adv. Meily R. Salim SH MH.(zet)

banner 300x250