Bitung, Sulutreview.com- Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama alias Ahok secara tak terduga datang di Kota Cakalang Bitung Sulawesi Utara (Sulut).
Terpantau sejumlah wartawan, kedatangan Ahok dan rombongan menuju Kantor Integrated PT Pertamina Bitung yang kerap disebut Depot Pertamina ini, sekira pukul 16:30 WITA Senin (22/11/2021) dengan menggunakan mobil Alphard Putih.
Saat tiba, mobil Alphard yang ditumpangi Ahok langsung masuk didalam halaman depan kantor Integrated Pertamina dan langsung diterima Kepala Integrated Pertamina Bitung Jhonny Silalahi dan jajaranya dan menuju keruang rapat.
Hanya berselang 10 menit kedatangan Ahok. Tiba-tiba Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM dengan menggunakan mobil Inova Hitam dengan nomor polisi DB 1 C datang ke kantor Depot Pertamina Bitung dan langsung bergegas masuk kedalam ruangan rapat.
Sayangnya para wartawan tidak diperkenankan masuk karena menurut Manager Integrated Pertamina Bitung Jhonny Silalahi memang untuk sementara tidak diperkenankan ada jurnalis karena hanya membahas internal PT Pertamina serta hal tersebut aturan pihak Pertamina pusat.
Kendati demikian, dari bocoran yang diperoleh ada beberapa hal penting yang dibahas dalam rapat tersebut, diantaranya soal status lahan. Pertamina serta prihal kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang belakangan di Bitung banyak dikeluhkan para pengendara mobil.
Diketahui pada kunjungannya di Kantor Integrated PT Pertamina Bitung, memakan waktu sekira 2 jam setengah lamanya. sebab dari pukul 16:30 – 18:00 WITA Ia langsung keluar dan menuju ke Kota Manado.
Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM, saat Ia keluar dari kantor Depot Pertamina langsung dicegat kalangan Pers yang sudah lama menunggu. Maurits mengatakan ada banyak hal yang dibahas pada pertemuan dengan Pak Ahok.
“Diantaranya status lahan Depot Pertamina. Dimana pihak Pemerintah Kota Bitung akan siap memfasilitasinya sepanjang itu telah memenuhi kaidah hukum yang berlaku,” katanya.
Saat ditanya apakah kelangkaan solar juga dibahas? Maurits menambahkan hal itu juga sudah masuk dalam pertanyaan yang pihaknya sampaikan.
“Ia soal itu juga yang kami tanyakan dan juga dalam penyampaian ke Pak Ahok saya mengatakan bahwa saat ini pihak Sat Pol PP sudah ditempatkan disetiap SPBU guna meminimalisir akan oknum-oknum yang melakukan hal-hal melanggar aturan,” katanya.
Secara terpisah dalam release yang disampaikan Pemkot Bitung dari Kabag SDA Nicky Kondo S.STP. M.Ec.Dev. melalui Kabag Protokol Albert Sergius SE bahwa poin-poin pertemuan dengan Bapak Ahok diantaranya langkah-langkah pengawasan penyaluran BBM Bersubsidi di Kota Bitung, serta peningkatan sinergi PT. Pertamina dengan Pemerintah Daerah dalam pembangunan.
Saat ini, Pemerintah Kota Bitung telah menugaskan Anggota Satpol PP dan Staf Dinas Perhubungan untuk memantau penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar Bersubsidi dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Premium.
Selain bicara tentang penyediaan dan penyaluran BBM, Basuki Tjahaya Purnama juga mendorong peningkatan pembangunan infrastruktur, pengembangan industri perikanan, dan peningkatan kualitas SDM di Kota Bitung.
Wali Kota Bitung juga memaparkan program Rumah Diakonia dan Bedah Rumah serta Komunitas Belajar Berbasis Digital, yang direspon positif oleh Bapak Basuki Tjahaya Purnama dan jajaran, sehingga kedepan dapat ajukan untuk difasilitasi lewat CSR PT. Pertamina.
Sementara itu, di depan dan didalam halaman Kantor Depot Pertamina. Jajaran aparat kepolisian Polres Bitung dan kolaborasi TNI menjaga ketat akan kedatangan Komisaris Utama PT Pertamina di Kota Bitung.
Turut hadir mendampingi Wali Kota Bitung dalam pertemuan, Anggota DPRD Kota Bitung H. Ramlan Irfan.(zet)






