Gemuruh Kabar Pemindahan Kelurahan Pinasungkulan Bitung

Gambar peta PT MSM dan mobil pertambangan (foto istimewa)

Bitung, Sulutreview.com– Kabar dugaan pembelian tanah di Kelurahan Pinasungkulan oleh pihak PT Meares Soputan Mining (MSM) dan Tambang Tondano Nusa Jaya (TTN) semakin kencang bergemuruh di pemberitaan bahkan di media sosial di Kota Bitung.

Apalagi memang kabar ini kian menggema di permukaan. Yang diduga kuat rencana untuk “menghilangkan” Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu untuk disulap untuk kepentingan ekplorasi tambang emas PT Mares Soputan Mining (PT MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (PT TTN) bukan hanya mimpi di siang bolong belaka.

Apalagi kabar ini menyeruak panas, karena santer terdengar perwakilan perusahaan bersama pemerintah telah melakukan sejumlah kajian untuk memuluskan rencana merelokasi ratusan Kepala Keluarga (KK) warga Kelurahan Pinasungkulan.

Selain itu, jika tidak ada aral melintang dalam tahun ini, rencana relokasi itu akan direalisasikan kendati harga ganti rugi lahan yang ditawarkan perusahaan masih mendapat penolakan dari warga.

Beberapa sumber yang enggan untuk dipublis dari pihak PT MSM pun tak menampik kabar ini, bahwa akan merelokasi Kelurahan Pinasungkulan tersebut karena didalam tanah di Kelurahan tersebut didugq memiliki kandungan emas dengan nilai bisa mencapai TRILIUN RUPIAH

“Memang sudah ada perintah untuk segera merelokasi warga Kelurahan Pinasungkulan, makanya segala persyaratan untuk kepentingan relokasi sementara dikebut,” kata salah satu sumber di internal PT.

Kabar realisasi pemindahan Kelurahan Pinasungkulan ini nampaknya tinggal sejengkal saja untuk terealisasi.

Hal ini dibuktikan dengan kedatangan salah satu petinggi di PT Archi Indonesia Tbk yang merupakan induk perusahaan PT MSM/TTN di Kota Bitung pada Kamis (28/10/2021), Wakil Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk, Rudy Suhendra dijadwalkan bertemu dengan Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri di Rumah Dinas Wali Kota.

Pertemuan itu diduga terkait rencana perluasan wilayah tambang dua anak perusahaan PT Archi di wilayah Kota Bitung, yakni Kelurahan Pinasungkulan dan sekitarnya.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkot Bitung, Albert Sergius Pelenkahu.

Namun menurut Albert, dirinya tidak tahu persis apakah masalah relokasi ikut dibicarakan dalam pertemuan itu atau tidak.

“Intinya kedatangan Pak Rudy hanya kunjungan kerja dan silaturahmi saja dengan Pak Wali Kota. Soal apa yang mereka bicarakan, saya tidak tahu persis,” kata Albert.

Sebelumnya pihak PT MSM/TTN saat ini, sementara melakukan kajian
Terkait rencana relokasi Kelurahan Pinasungkulan, tak ditampik Superintendent Public Relation External Relation PT MSM/TTN, Hery Inyo Rumondor.

Hery mengatakan, perusahaan tetap masih akan menunggu hasil study kajian meliputi berbagai aspek sosial, lingkungan, hukum, pemerintahan yang sedang berlangsung oleh .

“PT MSM/TTN, senantiasa akan patuh terhadap aturan dan perundang-undangan yang berlaku, termasuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah,” kata Hery.

Sebelum ada hasil kajian, kata dia, pihak perusahaan belum akan melakukan kegiatan apapun, termasuk rencana relokasi dari pihak Perguruan Tinggi.

Sementara itu, dari data, Kelurahan Pinasungkulan sendiri dihuni 214 KK, 764 jiwa terdiri dari laki-laki 395 orang dan perempuan 369 orang dengan delapan RT.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *