Pariwisata dan Infrastruktur Sulut Tetap Dipacu di Masa Pandemi

OD-SK mengangkat program unggulan sesuai visi dan misi, khususnya sektor pariwisata dan infrastruktur. (Foto : Berlatar Danau Tondano)
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw (OD-SK) dalam mengangkat program unggulan sesuai visi dan misi, khususnya sektor pariwisata dan infrastruktur tetap dipacu di masa pandemi Covid-19.

Berbagai upaya maksimal terus dilakukan agar pariwisata dan infrastruktur di Sulawesi Utara (Sulut) kembali bangkit.

Dimaklumi bersama dampak dan tekanan terbesar akibat pandemi Covid-19, sempat memukul pariwisata.

Gubernur Olly Dondokambey mendayung perahu berlatar Manado Tua

Program kegiatan yang sudah direncanakan sepanjang tahun berjalan ini, lebih khusus di semester I, terpaksa dibatalkan. Baik secara fisik, namun lainnya dapat dilakukan secara virtual

Industri pariwisata dalam visi misi OD-SK menjadi primadona di antara industri lainnya.

Meski harus menunda sejenak, namun dengan optimisme, dengan harapan ketika Covid-19 berlalu pasti dengan sinergitas, paduan koordinasi “Pentahelix Pariwisata” akan mampu memacu ketertinggalan yang ada.

Sebelumnya atas kerja keras Gubernur Olly, pariwisata telah mendatangkan turis mancanegara dan domestik yang jumlahnya mengalami peningkatan signifikan.

Diakui kepiawaian Gubernur Olly yang membuka diri, bahkan giat mempromosikan keindahan destinasi Sulut yang beragam, menjadikan pariwisata melambung dan viral sampai ke manca negara.

Gubernur Olly Dondokambey saat membuka Mangatasik Underwater Photo Competition dalam rangka HUT ke-56 Provinsi Sulawesi Utara, bukti bahwa keindahan bawa laut di Sulut patut diabadikan oleh dunia

Para wisatawan tertarik berkunjung dan menjadi kagum, betah bahkan mau balik lagi ke Bumi Nyiur Melambai.

Terdampaknya pariwisata bukan kesalahan program tetapi karena pandemi Covid-19 yang tidak dapat dihindari dan ini terjadi di seantero dunia.

Berdasarkan catatan kunjungan wisatawan, pada Januari hingga Juni 2021 wisatawan mancanegara (wisman) yang datang sebanyak 9.102 dan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 233.849.

Dengan berbagai potensi yang ada, terutama letak geografis, geoposisi dan geostrategis di Sulut, maka pembangunan infrastruktur untuk menunjang pariwisata sebagai gerbang Indonesia di Kawasan Pasifik, tentu perlu didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang unggul, andal, berkualitas serta bertaraf internasional.

Gubernur Olly Dondokambey bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya TNI Ahmad Heri saat menikmati sunset di Likupang

Seperti yang di sampaikan Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut Henry Kaitjily, di mana pariwisata membutuhkan SDM pariwisata yang andal sehingga diperlukan pelatihan SDM parwisata dan ekonomi kreatif dalam bentuk sosialisasi, focus group discussion (FGD) dan bimbingan teknik (bimtek) yang bekerja sama dengan Kemenparekraf untuk meningkatkan aspek-aspek seperti, hospiltality, marketing, digitalisasi dan kuliner.

Dalam rencana kegiatan ada beberapa
event di Sulut yang masuk dalam
Kharisma Event Nasional (KEN) tahun 2021.
Walaupun dalam masa pandemi Covid-19, tetapi infrastruktur tetap berkelanjutan yakni,
pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang yang masuk dalam 5 Destinasi Wisata Super Prioritas.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 84 Tahun 2019 rencana beroperasi KEK Likupang pada Januari 2022 dengan lokasi Desa Pulisan, Kecamatan Likupang Timur Minahasa Utara.

Keindahan Likupang memiliki daya tarik bagi wisatawan

Dengan perkiraan investasi pembangunan kawasan sebesar Rp7.1 triliun, dengan rincian Rp1.1 triliun untuk infrastruktur dan Rp6 triliun Kawasan Komersial. Selanjutnya investasi pelaku usaha tidak terbatas di lahan luasan 197,4 hektar.

KEK Likupang, seperti yang diprediksikan bakal menyersp tenaga kerja sebanyak ±6.375 orang tenaga kerja sampai tahun 2030.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kadis PU-PRD Provinsi Sulut Adolf Harry Tamengkel, terkait dengan pembangunan infrastruktur tahun 2021 mendapatkan total anggaran RP. 226,4 M. Dana PEN 2020 yang di kerjakan Tahun 2021 diperuntukan antara lain:

“Pembangunan Jembatan, Peningkatan Jalan, Pembangunan Jalan, Rehabilitasi Jaringan Irigasi, Operasi dan Pemeliharaan, Pembangunan SPAM, Pembuatan Saluran, Drainase Ruas Jalan, PembangunanTalud, Rehabilitasi dan Pembangunan Gedung lainnya,” ungkap Tamengkel.

Ground breaking Manado Outer Ring Road III (MORR III) yang menghubungkan Kalasey-Winangun.

Sejumlah infrastruktur yang juga bakal menyerap kunjungan wisman dan wisnus, terus digenjot. Bahkan Sulut terus berbenah.

Hal itu dapat dilihat dari rencana pembangunan Public Beach Promenade di Pantai Malalayang, tepatnya sepanjang 1.2 kilometer.

Rencana pembangunan Public Beach Promenade di Pantai Malalayang, tepatnya sepanjang 1.2 kilometer.

Tak kalah menariknya adalah pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan, di Minahasa Utara, yang nantinya akan menjadi Kawasan Wisata Budaya.

Adapun kawasan wisata dengan luas 3 hektar lebih ini berada dalam area Bendungan Kuwil-Kawangkoan. Letaknya strategis dengan fasilitas umum sehingga pembangunan, pemugaran dan penataannya, merupakan bagian dari pembangunan waduk.

Bendungan Kuwil Kawangkoan, di Minahasa Utara, yang nantinya akan menjadi Kawasan Wisata Budaya

Nantinya lokasi ini akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas bagi para pengunjung.

Fasilitas yang ada mulai dari galeri yang berisi tentang informasi budaya dan sejarah Minahasa, gapura, restoran, gardu pandang, taman dan kolam Tumatenden, jalan setapak dan pagar dan toilet yang representatif.

“Nantinya taman/cagar budaya Waruga Kuwil tersebut akan menjadi destinasi budaya satu-satunya di dunia yang akan berlabel wisata dunia. Dari awal, ini sudah menjadi konsep saya untuk pariwisata budaya. Karena budaya tidak boleh dilupakan, termasuk cagar-cagar budaya yang ada,” kata Gubernur saat melakukan peletakan baru pertama.

“Situs budaya seperti Waruga di Minahasa wajib dilestarikan dan diperindah untuk generasi penerus kita di masa yang akan datang,” ujar Gubernur Olly.

Selain itu, untuk membuka akses, juga akan dibangun jalan Manado Outer Ring Road III (MORR III) yang menghubungkan Kalasey-Winangun.

Bahkan untuk bandara Sam Ratulangi dengan luasan terminsl 26.481 meter persegi dan rencananya akan diperlebar hingga 57.296 meter persegi.

Terminal Bandara Sam Ratulangi Manado

Bandara ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas modern mulai dari penambahan fix bridge menjadi 5 unit hingga 45 unit konter check-in.

Desain terminal bandara yang mengombinasikan konsep tradisional dan modern. Sentuhan tradisional berupa motif batik Tarawesan Pareday yang tercipta dalam bentuk geometris (pakarisan) yang menyerupai sebuah perulangan garis sebagai representasi sebuah simbol gelombang kehidupan manusia yang hadir dari dua arah, yaitu arah atas dan bawah. Sisi modern akan tampak pada fasilitas-fasilitas terminal yang berstandar internasional.(Advertorial DIskominfo Sulut)

banner 300x250