Puan Maharani Optimistis Sosial Ekonomi Sulut Alami Percepatan di Masa Pamdemi

0
197
Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani saat melakukan kunker di Sulut dengan didampingi Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw

Manado, Sulutreview.com – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang kaya dengan berbagai potensi sumber daya alam dan keindahan pariwisata, menjadi daya tarik tersendiri bagi Ketua DPR RI, Dr (HC) Puan Maharani.

Kehadiran Ketua DPR RI bagi Provinsi Sulut sangatlah membanggakan, karena mendapatkan kunjungan kerja (kunker) yang luar biasa, selama tiga hari. Yakni sejak Sabtu (5/6/2021) hingga Senin (7/6/2021).

Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani

Tak tanggung-tanggung, setiba di Sulut Puan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah yang ada di Sulut, untuk melihat langsung kondisi masyarakat khususnya di daerah kepulauan, serta ketersediaan berbagai sarana publik di daerah yang memiliki potensi pariwisata.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama Wagub Steven Kandouw mendampingi dengan mengelilingi, meninjau langsung pulau-pulau kecil dan tempat destinasi lainnya serta berbagi bantuan untuk masyarakat di sana.

“Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Sulut, (kunjungan) ini kali sudah kesekian kalinya. Kemarin Saya pergi ke beberapa daerah, melihat tempat-tempat yang mempunyai potensi pariwisata. Ternyata di Sulut ini banyak sekali potensi pariwisatanya,” kata Puan yang membuka pertemuan dengan menyapa undangan yang hadir, ketua dan pimpinan DPRD Provinsi Sulut, Forkopimda Provinsi Sulut, sekprov, bupati/walikota dan wakil,l ketua DPRD kabupaten/kota dan pejabat tinggi pratama.

Puan Maharani didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw

Pada kesempatan itu, Puan Maharani bersama Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw, menggelar pertemuan di ruang Mapalus Kantor Gubernur yang dilaksanakan secara fisik dan zoom meeting.

Selain di bidang pariwisata, Puan menyebut bahwa Sulut ditopang oleh berbagai sumber pertumbuhan perekonomian lain, seperti di bidang kemaritiman, pertanian serta perkebunan yang menurutnya telah mengalami pertumbuhan yang sangat baik sebelum dihantam pandemi Covid-19.

Sejumlah kepala daerah dari Kabupaten/kota ikut menyimak penyampaian Ketua DPR RI

“Sayangnya pertumbuhan ekonomi ini mengalami kendala akibat pandemi Covid-19. Meskipun begitu Sulawesi Utara berhasil menjadi salah satu provinsi yang berhasil dalam menangani pandemi ini. Secara nasional, Sulut menjadi provinsi nomor 5 terbaik pertumbuhan ekonominya setelah Papua,  Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan DI Jogjakarta,” terang Puan yang disambut tepuk tangan dari para peserta pertemuan.

“Untuk itu Saya beri apresiasi kepada Pemprov Sulut, jajaran Forkopimda Sulut dan pemerintah kabupaten/kota yang telah bahu-membahu, bergotong-royong dalam upaya penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19,” sambungnya.

Menariknya, Puan menyebutkan bahwa Sulut kecipratan dana APBN yang cukup besar yang telah dikucurkan ke Sulut Rp 10,8 triliun, sementara transfer daerah dan dana desa mencapai Rp 13,4 triliun.

Dana yang besar tersebut dikucurkan selama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Total ada sekitar Rp 23,4 triliun yang dikucur pusat ke Bumi Nyiur Melambai

“Bisa dianggap besar, bisa juga kecil, tergantung efektifitas penggunaanya untuk apa dan bagaimana? Apa yang akan dilakukan di masa pandemi,” ujarnya.

Jajaran Forkopimda Sulut

Sejauh ini, ungkapnya, 15 daerah di Sulut masih tergantung dari APBD dan APBN. Puan mengharapkan agar kepala daerah bersinergi, gotong royong, dan pandai berkoordinasi.

“Harus punya program prioritas pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. APBD tidak terlalu besar, manfaatnya tidak dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Namun khusus di Sulut, ia yakin Gubernur Olly Dondokambey bisa merangkul, bergotong royong bersama kepala daerah di Sulut untuk sama sama membangun Sulut seperti yang diharapkan.

Puan mengatakan, tidak mudah kepala daerah mendapat kucuran dana dari pusat. DPR RI beranggapan dana bisa dikucurkan jika bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Khusus kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, Puan mengingatkan agar menjaga iklim kondusifitas. Selain itu, Puan juga meminta Forkopimda turut membangun optimisme masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

Puan Maharani bersama sejumlah pimpinan lembaga dan instansi di Sulut

“Forkopimda sebagai forum komunikasi pimpinan di daerah, tentu memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan iklim yang tenteram di tengah masyarakat,” kata Puan

“Bangun optimisme dalam menghadapi situasi pandemi dan perkuat gotong royong dalam membangun Sulawesi Utara,” sambung Puan.

Gubernur Olly Dondokambey saat membeber berbagai rencana pembangunan fisik di Sulut

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu mengatakan, Forkopimda harus terus memperkuat kerja bersama yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

Forkopimda juga diingatkan untuk terus menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksin dan menjalankan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

“Sulawesi Utara memiliki berbagai potensi perekonomian untuk dikembangkan, kemaritiman, pertanian, perkebunan, dan potensi pariwisata,” ujar Puan.

Menurut alumni Fisip Universitas Indonesia tersebut, salah satu hal penting untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19 adalah terus memperkuat pelaksanaan protokol kesehatan dan memperluas penerima vaksin untuk mencapai kekebalan komunal.

Berdasarkan informasi yang diterima Puan, vaksinasi Covid-19 di Sulawesi Utara baru mencapai 13 persen dari target penduduk yang harus divaksin.

“Dengan capaian vaksin yang tinggi, yaitu apabila dapat segera mencapai 80 persen, maka dapat berdampak positif bagi pemulihan sosial dan ekonomi di Sulawesi Utara,” tukasnya.

Gubernur Olly Dondokambey saat menyampaikan sambutan

Sementara itu, Gubernur Olly Dondokambey mengungkapkan data bahwa Provinsi Sulut memiliki penduduk sebanyak 2,6 juta jiwa, dengan pertumbuhan ekonomi Sulut yang sangat baik sebesar 1,8 persen serta tingkat inflasi yang terjaga dan terkendali.

“Kegiatan penyerapan PEN (Percepatan Ekonomi Nasional) juga sangat baik, di mana penyerapan dana pemerintah sebagai salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang ada di Provinsi Sulut,” ungkap Gubernur Olly.

Selain itu, gubernur juga memaparkan mengenai rencana beberapa program proyek nasional yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni pembangunan jembatan Bitung-Lembeh, Kawasan Industri Mongondow (Kimong), pembangunan Kawasan Karetropolis Pulau Lembeh dan jalan tol Manado-Amurang.

“Ini semua sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo dan Presiden sudah memerintahkan agar kegiatan ini dapat berjalan,” kata Gubernur Olly.

Gubernur berharap laju pembangunan semakin cepat menuju indonesia emas.

Turut mengikuti kegiatan ini Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, anggota DPR RI daerah pemilihan Sulut Adriana Dondokambey dan Herson Mayulu, Ketua dan para pimpinan DPRD Sulut, jajaran Forkopimda Sulut, Sekdaprov Sulut, para pejabat tinggi pratama lingkup Pemprov Sulut, para Ketua DPRD dan sekda kabupaten/kota se-Sulut, serta para pimpinan lembaga di Sulut.(Advertorial Diskominfo Sulut)

[

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here