Dies Natalis ke-61 Faperta Unsrat, Pertanian Sulut Jadi Unggulan di Masa Pandemi

Dies Natalis ke 61 Faperta Unsrat tuai sukses
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey mengungkapkan sektor pertanian telah berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah di masa pandemi.

“Dalam situasi pandemi ini, sektor pertanian telah menopang pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara. Di mana ekonomi bertumbuh 1,87% di semester pertama. Padahal pada semester ke empat 2020, kita minus 3,4%. Dengan demikian ada peningkatan 6% dari semester pertama sampai sekarang ini. Kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang positif ini, sebesar 23% disumbangkan dari sektor pertanian,” sebut Gubernur Olly saat menghadiri kegiatan puncak Dies Natalis ke-61, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi Manado yang digelar di auditorium Unsrat, Senin (31/5/21).

Bacaan Lainnya

Gubernur Olly yang didampingi Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unsrat, Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan kembali mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulut berada di ranking ke-5 di tingkat provinsi.

Gubernur Olly Dondokambey

“Sangat membanggakan, karena dari 10 provinsi yang pertumbuhan ekonominya positif, Sulawesi Utara berada di rangking ke 5 dan pertumbuhan ekonomi kita merata di 15 kabupaten kota,” tukasnya.

Pemprov. Sulut dalam program kerja RPJMD di tahun 2021 sampai tahun 2026 mendatang, ungkap Gubernur Olly telah menargetkan untuk meningkatkan infrastruktur pertanian dan memperbaiki Irigasi.

Pemprov Sulut juga telah mempersiapkan perda Irigasi guna menunjang program pertanian di Provinsi Sulut.

Gubernur berharap ke depan Faperta Unsrat semakin mantap dalam memberi kontribusi terhadap pelaksanaan visi pembangunan daerah, selain itu menciptakan SDM unggul dan berkualitas.

Gubernur Olly, atas nama Pemerintah Provinsi Sulut mengucapkan selamat merayakan Dies Natalis yang ke-61 Faperta.

Gubernur juga memberikan apresiasi atas penandatanganan MoU atau perjanjian kerja sama (PKS) yang dilakukan Rektor Unsrat dan 4 kepala daerah di Sulawesi Utara.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unsrat Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat Msc DEA menyampaikan harapannya, agar Faperta Unsrat, semakin maju dan hebat, di mana lulusan semakin berperan di tengah masyarakat bahkan dapat menciptakan lapangan kerja demi semakin terwujudnya bangsa yang kuat.

“Universitas Sam Ratulangi telah mengambil langkah melalui penyesuaian kurikulum pendidikan tinggi untuk menghasilkan pembelajaran yang baik dengan mengintegrasikan hard skill dan soft skill secara berimbang,” katanya.

Rektor Unsrat juga menyampaikan rasa bangganya kepada Menteri Pertanian, Gubernur Serta Ketua TP PKK yang juga adalah juga Ketua IKA Unsrat dan IKA Faperta yang senantiasa mendukung kepentingan Unsrat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unsrat Prof Ir Robert Molenaar MS Phd, menjelaskan tentang program konsorsium riset dan inovasi Covid-19 yang dibuat oleh Fakultas Pertanian Unsrat berupa desinfektan dari asap cair tempurung kelapa dan minyak cengkih sebagai anti Covid-19 dan sekaligus menjelaskan prestasi yang dimiliki Faperta Unsrat.

Prof Robert Molenaar

Lebih dari itu, Prof Molenaar Faperta Unsrat berupaya memberikan kontribusi kepada masyarakat luas. Hal itu ditunjang dengan komitmen yang selaras dengan tema Dies Natalis, yakni Berkoordinasi Meningkatkan relevansi.

“Artinya bagaimana Faperta Unsrat berdampak positif bagi masyarakat petani. Bahkan intens meningkatkan sumber daya manusia, dengan harapan membantu keperluan petani,” tandasnya.

Prof Molenaar juga mengapresiasi adanya terobosan penandatanganan 11 PKS. Terutama untuk action ke depan yang lebih mengedepankan keberhasilan petani sebagai agripreneur yang semakin berkembang.

Ditambahkan Ketua Panitia, yang juga Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, Ir Dedie Tooy MSi PhD bahwa pelaksanaan Dies Natalis ke-61 kali ini dibuat berbeda, karena disupport oleh banyak pihak. Bahkan diikuti dengan penandatanganan 11 PKS. “Bersyukur untuk kegiatan Dies Natalis yang disupport oleh alumni dan Internasional Coconut Community. Bahkan diikuti dengan MoU. Semoga bukan hanya sekedar tanda tangan tetapi akan memberi dampak bagi kemajuan pertanian di Sulut,” ujarnya sembari menambahkan kegiatan Dies Natalis sebelumnya diawali dengan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ke sejumlah wilayah, seperti Minsel, Desa Ampreng, Lembean dan Kakaskasen Tomohon.

Diketahui, usai penandatanganan, Gubernur Olly melakukan pelepasan ekspor kemoditas pertanian Sulut senilai Rp 78,7 Milyar.(hilda)

 

banner 300x250