Johana Untu Mengaku Keberatan dan Akan Proses Hukum

0
50

Mitra, SULUTREVIEW – Sengketa lahan (tanah) di Desa Wioi Satu, Kecamatan Ratahan Timur, berinisial AP ter-informasi oknum salah satu pejabat di Pemkot Tomohon dengan Johana Untu, yang juga Kepala Dinas (Kadis) Pertanian di Minahasa Tenggara panas.

Untu sebagai pihak yang dirugikan merasa keberatan dengan aksi yang dilakukan oleh diduga orang-orang suruhan Oknum Pejabat di Salah satu Pemerintah kota berinisial AP. Dirinya menilai hal tersebut sebagai bentuk intimidasi bergaya premanisme dengan menyerobot lahan menggunakan alat berat berupa exavator.

“Tentunya sebagai pejabat publik kalau ada masalah diselesaikan dengan proses Hukum. Bukan dengan gaya seperti preman yang mengajak banyak orang lalu menggunakan eksavator mengeruk lahan sengeketa,” ungkap Untu kepada sejumlah Jurnalis.

Menurut Untu, lahan tersebut sudah memiliki putusan pengadilan, dan putusan itu sah dimata hukum.

” Putusan pengadilan sudah keluar. Kalaupun keberatan dengan putusan tersebut silahkan gugat ke PTUN,” seru Untu.

Ditambahkan Johana, karena sudah melakukan pengerukan menggunakan alat berat, maka kata Untu, itu sudah masuk bentuk pengrusakan. Dan pihaknya akan meneruskan kepada aparat penegak hukum.

“Karena sudah terlogolong pengrusakan, maka hal ini akan dibawa ke rana hukum,” ucapnya.

Sementara, pihak Oknum AP yang berperkarah dengan Johana Untu lewat keluarga yang ditemui di lokasi kejadian tidak ingin berkomentar saat dimintai tanggapan oleh awak media.

“Kita masih akan di pertemukan oleh Polres. Dan untuk saat ini, kami belum bisa memberikan keterangan,” terang salah satu keluarga AP.

Untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan, pihak Kepolisian terpantau bersiaga dilokasi sengketa. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here