Desa Tenga Jadi Percontohan ‘Bebas’ Knalpot Racing

Kasat Lantas Polres Minsel IPTU Hadi Siswanto SIK, menyerahkan piagam penghargaan kepada Penjabat Hukum Tua Desa Tenga Ferol N Pelle SH
IMG-20210818-WA0009

Amurang, Sulutreview.com – Kerja keras Penjabat Hukum Tua Desa Tenga Ferol N Pelle SH yang melarang dengan tegas masyarakatnya menggunakan knalpot racing pada kendaraan roda dua dan roda empat, mendapat penghargaan khusus dari Polres Minsel.

Hal ini bisa menjadi contoh bagi desa lain, dalam membina masyarakat agar tertib berlalu lintas di desa atau kampung.

Bacaan Lainnya

Kebijakan yang dilakukan Pelle dengan melarang penggunaan knalpot racing direspon masyarakat dengan baik.

Kapolres Minsel AKBP S Normal Sitindaon SIK melalui Kasat Lantas Polres Minsel IPTU Hadi Siswanto SIK, memberikan penghargaan khusus kepada Penjabat Hukum Tua Desa Tenga Ferol N Pelle, karena sudah membantu jajaran kepolisian dalam menertibkan masyarakat pengguna knalpot racing.

“Penghargaan ini diberikan kepada Penjabat Hukum Tua Desa Tenga atas dedikasi dalam mengambil kebijakan sebagai desa bebas knalpot racing,” tutur Kasat Lantas Siswanto dalam penyerahan Piagam Penghargaan lewat Apel khusus di Kantor Polsek Tenga (14/4) jam 09.00 WITA.

Pada kesempatan itu juga kata Kasat Lantas Siswanto, program yang digalakkan pemerintah desa Tenga, akan bisa menjadi contoh bagi desa lain untuk menerapkan hal positif seperti yang diterapkan di Desa Tenga. “Saya berharap Kampung atau Desa Tenga menjadi contoh sebagai desa teladan bebas knalpot racing. Bahkan akan menjadi kampung tertib lalu lintas,” ujarnya mewakili Kapolres Minsel AKBP S Norman Sitindaon SIK.

Lebih lanjut kata Kasat Lantas Siswanto, program yang digalakkan oleh Penjabat Hukum Tua Desa Tenga Ferol N Pelle SH ini, merupakan pertama kali terjadi di Minsel. Apalagi telah membantu Polri dalam memberantas Knalpot Racing Lewat Program Desa Tenga Bebas Knalpot Racing.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Penjabat Hukum Tua Desa Tenga, karena ini bisa jadi memotivasi bagi pemerintah desa lainnya di wilayah kepolisian Polres Minsel. Ini adalah langkah kebijakan yang sangat baik. Apalagi sesuai dengan program Kapolri. Jadi salut dan bangga,” ungkap Kasat Lantas Siswanto lagi dalam memberikan sambutan sekaligus juga arahan di apel tersebut.

Apalagi kata Kasat Lantas Siswanto, secara pribadi bahkan juga institusi belum mengetahui secara jelas, motivasi apa dari Penjabat Hukum Tua Desa Tenga menerapkan wilayah desa atau kampung Tenga kawasan bebas knalpot racing. Tapi lebih dari itu juga sudah wanti-wanti menghimbau warga untuk menggunakan masker.

“Sangat bangga dan layak mendapat apresiasi. Program pemerintah menggunakan masker dalam menekan penyebaran Covid-19 juga dilakukan pemerintah desa,” ujarnya memberikan apresiasi pada pemerintah desa.

Sementara itu, Penjabat Hukum Tua Desa Tenga Ferol N Pelle SH menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Polres Minsel. “Tidak menyangka akan dapat penghargaan seperti ini. Saya dan masyarakat menyampaikan juga terima kasih atas penghargaan yang diberikan jajaran kepolisian,” tutur Pelle dengan rendah hati.

Bagi Pemerintah Desa kata Pelle, diterapkannya Desa Tenga sebagai wilayah bebas knalpot racing, disebabkan karena banyak keluhan masyarakat yang merasa terganggu, dengan pengguna kendaraan knalpot racing. ” Semata-mata awal kami pemerintah desa menerapkan program ini banyak tantangan dan kritikan, namun hal itu justru memacu kami sebagai pemerintah di desa untuk menjaga stabilitas keamanan masyarakat dan kenyamanan warga desa saya,” ujar Pelle tegas.

Menurutnya, selain bising gangguan pengguna knalpot racing ini kondisi keamanan wilayah Tenga apalagi jam-jam beribadah sangat terganggu. Lebih lanjut dikatakan Pelle, karena kondisi desa kami ada jam-jam ibadah baik pada hari Minggu tapi juga di hari-hari lainnya, banyak warga kendaraan pengguna knalpot racing lalu lalang di jalan. Dan itu sangat menggangu jalannya ibadah. “Makanya tokoh-tokoh agama.(srv)

banner 300x250