Bitung  

Rumah Pengasapan Kelapa Biji di Sagerat Bitung Terbakar

Pihak pemadam kebakaran saat melakukan penindakan di Rumah pengasapan kelapa biji

Bitung, Sulutreview.com– Jago merah kembali beraksi di Kota Bitung Sulawesi Utara. Kali ini sebuah Rumah tempat produksi pengasapan kelapa biji yang berada di wilayah Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari, jadi korban amukan api yang membesar.

Beruntung pada kejadian kebakaran, yang terjadi pada Senin malam pukul 24:30 WITA tersebut, tidak memakan korban jiwa. Akan tetapi, kerugian material yang dialami, ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Bitung AKBP Indra Pramana SIK, melalui Kapolsek Matuari Kompol Andry Permana SIK tentang kebakaran rumah pengasapan kelapa biji ini, membenarkannya.

Mantan Kasat Lantas Kota Bitung ini menyampaikan bahwa dari pemeriksaan saksi, dilokasi yaitu AL alias Andre dan Alfrets merupakan karyawan di rumah produksi pengasapan kelapa biji ini mengatakan bahwa pada Pukul 19.00 WITA Lelaki Andre dan Lelaki Alfrets meninggalkan tempat Pengasapan Kepala untuk Pulang Ke Rumah.

Pada Pukul 24.30 WITA saksi melihat Api sudah membesar dari tempat pengasapan kelapa kemudian mengambil Air dan menyiram Api yang sudah sementara membesar.

Begitu pula beberapa saksi lainya yaitu SS alias Steven yang tinggal di Mess, tempat pengasapan kelapa tersebut dirinya mengakui saat dirinya tidur kemudian mendengar anjing yang di Pelihara di mess mengongong karena api sudah membesar di tempat Pengasapan Kelapa.

Kemudian dirinya, terbangun dan membangunkan lelaki Wandi untuk memadamkan Api yang sudah membesar Pukul 24.30 WITA begitu juga beberapa saksi lainya yang melihat api sudah membesar dari belakang tempat lokasi pengasapan kelapa biji tersebut.

Melihat api sudah membesar membuat beberapa saksi dan warga sekitar langsung menelpon Pemadam Kebakaran dan tak berapa lama mobil kebakaran datang dan melakukan penyiraman di titik api sekira hampir 2 jam dan akhirnya pada pukul 01:40 WITA api berhasil dijinakan.

Kapolsek Andri Permana menambahkan, bahwa untuk sementara. Sesuai data barang barang yang terbakar berupa 5 unit Mesin Cukur tempurung , 1 Unit Mesin seharga Rp 15.000.000 x 5 unit Mesin .Rp 75.000.000. Kopra 30 Karung Seharga Rp 23.000.000 . Barang lain Berupa bangunan kayu dan Seng, Kerugian Kurang lebih Rp 110.000.000.

“Sampai saat ini, pemicu akan terjadinya kebakaran ini masih terus dalam penyelidikan,” tandasnya.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *