Manado, Sulutreview.com – Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (Olly-Steven) periode dua, masa jabatan 2021-2024 disambut dengan ibadah syukur di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Sabtu (20/2/2021).
Pada kesempatan tersebut, Olly-Steven mengungkapkan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang masih mempercayakan untuk kembali memimpin Sulut.
“Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena masih mempercayakan kami untuk terpilih kembali. Bahkan telah mengawal jalannya demokrasi dengan baik,” ungkap Olly saat menyampaikan pidatonya dengan didampingi Wagub Kandouw.

Kepemimpinan di periode kedua, lanjut Olly merupakan wujud kebersamaan untuk membawa amanat rakyat.
“Kami akan terus bersama dalam membawa dan menjalankan amanah rakyat Sulawesi Utara. Bahkan banyak hal yang dapat kami kerjakan bersama-sama dengan bergotong-royong,” tandasnya.
Sementara itu, di tengah pandemi Covid-19, Olly-Steven tetap fokus pada upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus.
“Pandemi ini dapat kita lewati. Tuhan tidak akan membiarkan umatNya menderita. Oleh karena itu, bersama seluruh elemen masyarakat sampai di tingkat pimpinan lembaga, kita semua dapat saling menjaga dan menopang,” tandasnya.
Menariknya, di momen sukacita juga dihadiri tamu-tamu khusus, termasuk Direktur Jenderal Imigrasi Jhoni Ginting, yang mewakili Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI Yasonna H Laoly.

Dalam sambutannya Ginting menyampaikan pesan bahwa keberhasilan pemerintahan di tingkat pusat tak lepas dari peran daerah, dalam hal ini Provinsi Sulut melalui kepemimpinan Olly-Steven.
“Kerja sama provinsi dan nasional harus dipererat dan dijaga sehingga ada hubungan simbiosis, saling mengisi dan mengingatkan. Artinya bukan saling menghujat,” ujarnya sembari menambahkan harmonisasi dan sinkronisasi juga sangat penting. “Hal ini bukan hanya di bidang hukum saja. Tetapi di semua bidang,” tandasnya.

“Selamat mengabdi untuk bangsa dan negara yang kita cintai,” kuncinya.
Diketahui, ibadah syukur digelar secara virtual, sehingga dapat disaksikan langsung melalui siaran televisi Manado dan streaming aplikasi video berbagi.
Kegiatan berlangsung sederhana dengan tetap mengandalkan protokol kesehatan. Momentum bersejarah ini, diawali dengan doa pembukaan oleh Ketua MPH GPdI Sulut Pdt Yvonne Awuy dan ibadah dipimpin oleh Ketua BPMS Pdt Dr Hein Arina MTh.

Mengawali perjalanan kepemimpinan Olly-Steven, juga dilakukan doa berantai oleh 6 tokoh lintas agama, yaitu Katholik, Islam, Hindu, Budha, Konghucu, dan Kristen Protestan. Mereka sepakat meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar Olly-Steven diberikan kesehatan, kekuatan dan kemampuan selama memimpin di Bumi Nyiur Melambai hingga tahun 2024 nanti.

Kepemimpinan Olly-Steven adalah luar biasa, di mana keduanya merupakan perpaduan politisi yang andal. Olly, dikenal sebagai putera terbaik Sulut yang dilahirkan di Kota manado. Sementara Steven dilahirkan di tanah Toar-Lumimut Minahasa.
Dua tokoh central Olly-Steven yang sukses memimpin di periode 2016-2021, dilengkapi oleh kepiawaian birokrat Edwin Silangen SE MS selaku Sekdaprov Sulut, menjadikan kinerja semakin paripurna, yang mampu mengantar Sulut dikenal, disegani dan diakui dunia. Terbukti, banyak keberhasilan yang diraih dan menjadikan Sulut Hebat. Dan ketika mentari kembali menjenguk bumi pada tanggal 15 Februari 2021, maka rakyat Sulut, layaklah bersyukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Karena di tanggal inilah kembali Tuhan memilih Olly-Steven sebagai pemimpin.
Kiranya representasi kepemimpinan yang telah ditunjukkan selama ini, tetap dipertahankan dengan kompak, satu komando dan tak berlawanan arah.
Begitu pun keduanya diharapkan untuk tetap menjadi pribadi yang rendah hati dan merakyat, mengayomi dan mengedepankan kepentingan masyarakat, bahkan mampu menjaga keluarga, yang patut diteladani keluarga Dondokambey-Tamuntuan dan keluarga Kandouw -Tanos.
Ibadah syukur turut dihadiri jajaran Forkopimda Sulut, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Sulut, bupati/wali kota se-Sulut, para Ketua DPRD Sulut, serta para pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemprov Sulut.
Usai ibadah dan penyampaian sambutan Olly-Steven, ditampilkan video pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Februari 2021 lalu, yang kemudian dilanjutkan dengan puji-pujian oleh PS Gema Sangkakala, pejabat eselon II serta artis jebolan Indonesia Idol, Joy Tobing.
Olly-Steven Siap Menyelesaikan Sejumlah Mega Proyek
Periode pertama Olly-Steven, pemerintah telah menggenjot sektor pembangunan infrastruktur. Bahkan dalam waktu dekat ini akan diresmikan dan dipersembahkan untuk masyarakat Sulut. Berikut lima mega proyek di Sulut yang intens dikerjakan :
1. Proyek Perluasan Bandara Sam Ratulangi
Pembangunan terminal bandara yang sempat terkendala oleh pandemi Covid-19, terutama berkaitan dengan kebutuhan material yang harus didatangkan dari sejumlah negara, dipastikan akan rampung dalam waktu dekat ini.
Pembangunan terminal yang dilaksanakan PT Adhi Karya, diharapkan akan menjadi terminal internasional yang baru, yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulut.

Terminal dengan luasan 30 ribu meter persegi, khususnya untuk terminal internasional, maka kapasitas bandara akan meningkat. Yakni dari 2,6 juta penumpang akan meningkat 5,7 juta penumpang per tahun. Berikut penambahan fasilitas dari 32 akan menjadi 52 counter check-in.
Luas parkir juga, yang saat ini hanya untuk kendaraan roda empat dengan jumlah 300 kendaraan akan menjadi 650 kendaraan.
2. Bendungan Kuwil
Progress pekerjaan pembangunan Kuwil-Kawangkoan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) telah mencapai 75 persen. Diharapkan pada tahun 2021 ini, dapat rampung.
Hal ini sejalan dengan target Kementerian PUPR yang memproyeksikan pembangunan bendungan berbandrol Rp1,4 triliun ini selesai pada tahun 2021.
“Pengerjaannya sudah mencapai 75 persen,” ujar Kepala Balai Sungai Wilayah Sulawesi I Bastari.
Saat meninjau perkembangan pembangunan bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, beberapa waktu lalu, Gubernut Olly mengatakan potensi bendungan Kuwil Kawangkoan mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat Sulut.
“Untuk itu, bendungan Kuwil dijadikan sebagai salah satu proyek strategis nasional/program pembangunan dari 49 bendungan baru Kementerian PUPR,” kata Olly.

Bendungan Kuwil Kawangkoan merupakan bagian dari pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya untuk debit banjir 470 meter kubik per detik, dimana Manado pernah mengalami banjir bandang pada 2014 silam.
Kalau bendungan sudah selesai, maka Manado tak akan banjir lagi,” tukasnya.
Di sisi lain, waduk ini juga dapat dimanfaatkan sebagai penyedia air baku untuk Kota Manado, Kecamatan Kalawat, Kota Bitung, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sebesar 4,5 meter kubik per detik, Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dengan kapasitas 2 x 0,70 MW, serta pengembangan pariwisata.
Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kapasitas tampung 23,37 juta meter kubik dan luas genangan 139 hektare (ha). Pembangunan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya-DMT lewat skema Kerja Sama Operasi (KSO), serta PT Nindya Karya (Persero) Tbk.
3. Bendungan Lolak
Pembangunan Bendungan Lolak yang ada di Bolaang Mongondow (Bolmong) menelan anggaran Rp 1, 6 Triliun.

Informasi dari Balai Sungai Manado, menyebutkan anggaran pembangunan Bendungan dibagi dalam dua paket.
Paket I senilai Rp 830 Miliar sementara paket ke II Rp 821 Miliar menggunakan sistem multiyears.
4. Proyek RSUD Ratumbuysang
Pembangunan fasilitas kesehatan, Pemprov Sulut dapat kucuran dana sebesar Rp400 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Dana yang bersumber dari pinjaman tersebut diplot untuk membangun Rumah Sakit Umum Daerah Ratumbuysang dan Rumah Sakit Mata, yang dalam waktu dekat ini akan diresmikan.
Dana Rp 400 miliar tak hanya untuk membangun RSUD Ratumbuysang, tapi juga menambah fasilitas RS Mata.

Sementara untuk Rumah Sakit Jiwa dipindah ke Kalasey, pemerintah sudah siapkan lahan dan anggaran untuk pembangunan.
Gubernur berkomitmen membangun RSUD Ratumbuysang sekelas hotel bintang 5 dengan fasilitas 400 tempat tidur. RS itu akan menjadi rujukan regional.
“Memang standar bintang 5 tetapi yang dapat layanan semua masyarakat, supaya masyakarat menyadari pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Olly
“Kita bangun supaya masyarakat menyadari kesehatan itu penting untuk kehidupan berkelanjutan,” kata dia.
5. Proyek Rumah Sakit Mata
Selanjutnya, untuk fasilitas kesehatan, yakni rumah sakit khusus mata, akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana terbaik, bahkan dokter dengan kemampuan profesional.
Pembangunan rumah sakit mata yang terletak di Jl. W.Z. Yohanes No. 1 Wanea Manado, dalam waktu dekat akan dirampungkan.
Sarana prasarana kesehatan yang dipacu ini, kata Olly menjadi target dari pemerintahan OD-SK pada tahap menjalankan pemerintahan. “Visi misi kami, salah satunya adalah menyediakan kesehatan bagi masyarakat,” kata Olly.
Lebih lanjut, Gubernur Olly mengimbau Direktur Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sulut dapat mengoptimalkan seluruh sumber daya manusia di rumah sakit.

Diketahui, bangunan rumah sakit khusus mata memiliki luasan kurang lebih 12.040 meter persegi. Terdiri dari dua lantai basement dan 4 lantai gedung utama. Pembangunan gedung utama berfungsi sebagai ruang rawat inap, ICU, ruang bedah (OK), Ruang Pre operasi, ruang post operasi ruang OK Lasik, poliklinik dan ruang tunggu dengan luas total 11.736 M2.
Jenis unggulan pelayanan di rumah sakit khusus mata Provinsi Sulut, pemeriksa pengunjung diagnostik penyakit dengan kelainan retina, pemeriksaan penunjang diagnostik penyakit dengan kelainan mata pada anak, pemeriksaan pengunjungan diagnostik penyakit glaukoma dan pemeriksaan penunjang diet penyakit infeksi pada mata.
Perjalanan kepemimpinan Olly-Steven, dapat berjalan karena dukungan dan topangan semua elemen masyarakat. Sebab, pemerintah hadir untuk kesejahteraan rakyat.(hilda)













