Amurang, Sulutreview.com – Nandito Rambi (14) warga Matani Satu Jaga 7 Kecamatan Tumpaan, yang diketahui menderita gizi buruk, kini telah mendapatkan penanganan rumah sakit (RS).
Nandito yang merupakan siswa kelas 2 SMP di salah satu sekolah di Tumpaan, sempat viral di media sosial.
Kondisi tubuhnya sangat kurus. Bahkan dalam postingan-postingan vidio dan foto sangat jelas terlihat. Sejumlah wartawan yang langsung ke rumah orang tua Nandito melihat kondisi anak tersebut yang butuh perhatian serius.
Untung saja setelah pertama kali di posting oleh akun Robby Vania di salah satu Grup Media Sosial Facebook dan diberitakan di media online, banyak yang merespons.
Bahkan anggota DPR Provinsi Sandra Rondonuwu langsung mengambil langkah dengan menghubungi instansi terkait di Minsel.
“Hal seperti ini harus butuh penanganan serius,” ujar Rondonuwu yang duduk di DPR Provinsi utusan Dapil Minsel- Mitra ini.
Rondowowu langsung menyatakan pihak Dinkes, Dinsos bahkan PPS di Minsel harus segera turun tangan. “Saya akan respons cepat hal ini dan menghubungi di Minsel,” tegasnya.
Menurut orang tua Nandito yaitu Martha Rambi, anaknya menderita penyakit ini sudah dua bulan lebih. dan keluarga sudah membawa ke sejumlah rumah sakit di Manado. “Dan terakhir kali akan di rujuk ke RS Malalayang. Namun karena harus diisolasi jadi keluarga membawa pulang ke rumah,” ucap orang tua Nandito.
Anggota DPRD Minsel Frangky Lelengboto langsung juga langsung memberikan support dan cepat mengambil sikap melakukan koordinasi dengan instansi terkait.
”Ini harus cepat ditindaklanjuti. Apalagi sudah ada di Facebook seperti ini,” tuturnya.
Lelengboto mengaku sangat disayangkan ada warga Minsel menderita gizi buruk. Yang seharusnya langkah dari Dinas Kesehatan, Puskesmas setempat bahkan dinas sosial harus cepat tanggapi. Apalagi masyarakat yang tergolong masyarakat kurang mampu.
“Harus ada evaluasi, instansi-instansi terkait seperti Dinkes, Dinsos dan lainnya,”ujarnya.
Menurutnya, ada program pemerintah yang dilakukan di dinas-dinas tertentu yaitu melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Bahkan juga ada dinas yang petugas harus memberikan bantuan kepada masyarakat. Jika saja instansi-instansi terkait peka dengan kondisi di lapangan maka hal ini bisa secepatnya diantisipasi.
Makanya dengan kejadian seperti ini instansi-instasi terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial harus dievaluasi kinerja mereka. “Supaya kedepan dalam pemerintahan baru benar-benaf bisa menunjukkan kinerja,” ujarnya.
Untung saja, setelah hal ini mencuat kepermukaan petugas kesehatan langsung merespons dengan membawa anak tersebut di RS Teep. Penanganan langsung diberikan petugas kepada anak penderita gizi buruk.
Warga yang mengetahui jika Nandito Rambu (14) sudah ditangani oleh pemerintah daerah langsung memberikan pujian.
Ucapan dukungan dan support di media-media sosial langsung disampaikan kepada Pemkab Minsel, Dinas Kesehatan, RS Teep dan instansi lainnya. “Puji Tuhan akhirnya anak Nandito Rambu bisa mendapat penanganan dari pemerintah,”. Begitu kata masyarakat dalam postingan-postingan di media sosial.(srv)













