Steven Kandouw : Nomor Urut 3 Simbol  Persatuan

0
272
Olly-Steven bersyukur mendapatkan nomor urut 3

Manado, Sulutreview.com – Pada prosesi pencabutan nama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulut, dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada 2020), pasangan calon (paslon) Olly Dondokambey SE dan Drs Steven OE Kandouw mendapatkan nomor urut 3 (tiga).

Paslon yang diusung dan didukung oleh 6 Partai Koalisi diantaranya PDI Perjuangan, Gerindra, PKB, PSI, Perindo dan PPP mengatakan bahwa nomor 3 sarat dengan makna.

“Pancasila sebagai landasan ideologis Negara Indonesia, dalam sila ketiga berbunyi Persatuan Indonesia. Artinya angka 3 merupakan simbol persatuan,” kata Kandouw, Kamis (24/9/2020).

“Walaupun berbeda suku, agama dan ras sebagai sesama anak bangsa kita harus tetap menjaga persatuan dalam proses Pilkada ini. Mari melakukan kampanye dengan cara-cara yang bermartabat, berbudaya dalam semangat persatuan dan gotong-royong,” sebutnya kembali.

Sebagai kader PDI Perjuangan, paslon Olly dan Steven bersyukur mendapatkan nomor urut 3, karena PDI Perjuangan sebagai Partai Politik peserta Pemilu juga mempunyai nomor urut yang sama yaitu angka 3 dengan simbol jari Metal atau  menang total.

Selain itu, angka 3 juga punya makna teologis di mana dalam ajaran Kristen dikenal dengan konsep Trinitas, dalam ajaran umat Buddha dikenal dengan ajaran Tri Dharma, bahkan angka 3 dalam Islam identik dengan Sunnah Rasul dengan ajaran serba 3, misalnya kesunnahan rangkaian wudhu dengan membasuh wajah 3 kali, membasuh tangan 3 kali dan seterusnya.

Kandouw juga mengingatkan para pendukung untuk mematuhi larangan KPU, di mana para kader dan simpatisan untuk tidak melakukan aktivitas iring-iringan maupun konvoi.

“Kalau mendukung dan memilih kami jangan melakukan hal tersebut, karena ada konsekuensinya, yakni bisa didiskualifikasi,” tukasnya.

Diketahui, rapat pleno terbuka Pencabutan Nomor Urut Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara tahun 2020 yang bertempat di Halaman Kantor KPU Provinsi, dilaksanakan dengan menggunakan protap Covid-19.

Dengan demikian terbatas dihadiri secara fisik oleh paslon dan masing-masing 1 orang petugas penghubung, sebagaimana aturan perundangan-undangan yang ada.

Nampak para pendukung juga mengikuti secara daring rapat pleno tersebut menggunakan fasilitas media yang disediakan oleh pihak penyelenggara.

Setelah prosesi pencabutan dan penetapan nomor urut, kegiatan dilanjutkan dengan Deklarasi Pilkada Damai dan penandatangan pakta integritas paslon.

Ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh pada kesempatan itu mengingatkan bahwa dalam tahapan selanjutnya paslon dilarang melakukan deklarasi damai yang melibatkan kerumunan orang.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here