Wujudkan Pilkada yang Berintegritas, Panwaslu Ratim Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

0
101
Panwaslu Kecamatan Ratahan Timur saat menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif

Mitra, SULUTREVIEW – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Ratahan Timur (Ratim) Minahasa Tenggara (Mitra), menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif, bertempat di Desa Pangu, Jumat (11/9/2020).

Ketua Panwaslu Kecamatan Ratim Marvel Pandaleke mengatakan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang berintegritas di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),

“Isu SARA hingga politik uang yang biasanya merebak saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah dilangsungkan, perlu mendapat perhatian. Kami berharap lewat kegiatan sosialisasi yang menghadirkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama yang ada di wilayah Ratim ini, masyarakat memiliki kemampuan untuk menolak politik uang dan mengikis habis politik SARA,” tukas Marvel Pandaleke

Sementara Dosen Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Ferry Daud Liando yang menjadi pemberi materi dalam kegiatan tersebut menambahkan, untuk mengukur pilkada berkualitas dilihat dari pada proses, dan hasil yang nantinya akan dicapai

“Ada empat fariable mengukur pilkada yang berkualitas yaitu yang pertama adalah undang undangnya harus baik dan tidak menciptakan multi tafsir, kedua soal calon atau peserta jika calon berkualitas tentunya bisa menjamin pilkada yang berkualitas. Ketiga adalah penyelenggara yang independen dan adil, dan yang keempat ada pada pemilih, ada pada masyarakat yang memiliki peran terpenting,” jelas Liando

Lanjut dia, pengawasan partisipatif dapat meningkatkan angka partisipasi masyarakat untuk melakukan pengawasan, mengawal proses demokrasi agar bisa berjalan ke arah yang lebih baik.

“Pengawasan partisipatif adalah adanya kesempatan yang diberikan Bawaslu kepada masyarakat agar Bawaslu bisa bekerja secara optimal. Masyarakat perlu mengetahui apa yang tidak boleh dan boleh bagi undang-undang. Pengetahuan perlu ada, agar masyarakat tidak terjerat kepada kasus hukum,” tukas Ferry Daud Liando. (Jul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here