Amurang, Sulutreview.com – Selama 17 tahun sejak resmi menjadi kabupaten terpisah dari Minahasa, Minahasa Selatan (Minsel) dinilai belum juga memberikan keadilan bagi masyarakat kecil.
Kenyataan inilah yang membuat tokoh-tokoh pejuang pembentukan Minsel merasa wajib turun gunung. Inyo Koloay yang menjadi salah satu tokoh pejuang mengatakan sudah saatnya terjadi perubahan agar apa yang menjadi visi dan misi saat pembentukan dapat terwujud.
“Sebagai yang ikut berjuang dalam pembentukan Minsel, saya merasakan dan menyaksikan pembangunan belum dirasakan oleh masyarakat kecil. Pembangunan baru dirasakan oleh sebagian kecil saja. Maka dari itu perlu ada perubahan dan momen paling tepat pada Pilkada. Nah untuk mewujudkan perubahan agar visi dan misi pembentukan tercapai, kami memberikan dukungan pada FDW-PYR (Franky Donny Wongkar-Petra Yani Rembang, red),” tukas Koloay.
Dikatakannya dia memiliki keyakinan pasangan yang diusung oleh PDIP dan Perindo ini mampu memberdayakan masyarakat dan juga mendekatkan pelayanan. Sebab sudah 17 tahun, pelayanan publik belum juga mendekatkan diri pada masyarakat, bahkan yang terjadi memperdaya.
“Kan cita-cita kita dengan menjadi kabupaten, maka akan mendekatkan pelayanan pada masyarakat. Tapi dari berbagai informasi yang masuk, masyarakat masih seringkali sulit mendapatkan pelayanan prima. Terbukti dari hasil penilaian ombudsmen yang memberikan raport merah. Padahal jiwa dari otonomi adalah pelayanan pada masyarakat. Ini baru sebagian kecil saja kegagalan pemerintahan sekarang. Kami memiliki keyakinan FDW-PYR mampu membawa perubahan secara besar-besaran,” papar Koloay yang juga ayah dari anggota DPRD Minsel Jaclyn Koloay.
Dukungan pada FDW-PYR juga diberikan oleh tokoh pejuang Minsel lainnya, Dicky Umpel. Dukungan didasari pada tema yang dibawa dan juga kepribadian pasangan ini. Sehingga layak untuk dipercayakan untuk memimpin Minsel membawa perubahan. Sebab perubahan memang sudah harus dilakukan bila ingin Melihat Minsel dari semua lapisan masyarakatnya maju.
“Perubahan sudah sangat mendesak dilakukan di Minsel. Mulai dari birokrasi pemerintahan, keuangan sampai pada pelayanan pada masyarakat. Dan saya mempercayakan perubahan tersebut dilakukan oleh FDW-PYR. Kenapa pada beliau? Karena pada mereka ada komitmen yang kuat dan dapat dipegang. Kita tidak bisa mempercayakan pada mereka yang hanya mampu berjanji namun tidak dapat menepatinya,” pungkasnya.(noh)













