Gelar Musyawarah Bersama, Berikut Aturan yang Harus Dipatuhi Penambang di Ratatotok

0
578
musyawarah bersama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemerintah.

Mitra, SULUTREVIEW – Membludaknya pendatang yang mengais rejeki di lokasi pertambangan Desa Ratatotok membuat kenyamanan masyarakat setempat terganggu.

Hal ini membuat Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Ratatotok melakukan musyawarah bersama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemerintah.

Dalam kesepakatan musyawarah tertuang beberapa aturan yang harus dipatuhi pendatang.

1. Diharapkan kepada para pengusaha tambang memasukan semua nama pekerja (penambang) yang beraktivitas di lokasi tambang Ratatotok kepada Hukumtua setempat
2. Setiap penambang yang baraktivitas harus sepengetahuan Hukumtua setempat, serta mendapat tandang tangan mengetahui Hukumtua
3. Penambang dilarang membawa senjata tajam dan Senjata api di lokasi tambang
4. Bagi pengguna motor kenalpot racing harap diganti dengan kenalpot standar
5. Tidak ada stok atau material yang keluar Ratatotok. Mengingat banyaknya debu akibat kendaraan bermuatan material yang melintasi perkampungan
6. Aparat, Pemerintah serta Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Ratatotok, akan melakukan pengawasan serta pendataan kepada setiap pendatang yang masuk ke lokasi pertambangan wajib membawa KTP dan Surat jalan
7. Setiap pendatang wajib dan harus menaati segala aturan baik secara hukum atau secara adat masyarakat setempat.

Menanggapi poin di atas Ketua Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Valdy Suak, berharap agar dipatuhi terlebih pendatang.

“Kami dengan baik menerima setiap orang mencari makan di Desa kami, tapi hargai kami sebagai warga lokal. Kalian sopan kami segan,”ungkapnya.

Sebab menurutnya, sebagai Ketua Aliansi banyak menerima keluhan masyarakat. “Kemarin sebagian sepakat demo atau langsung naik ke lokasi. Tapi kita ingatkan untuk pakai cara yang lebih sopan, karna kita warga Ratatotok masih punya rasa kemanusiaan,” jelasnya.

Untuk itu dia berharap agar dapat dihargai oleh setiap pendatang. “Terlebih untuk kenalpot racing, hargai kami apalagi jam ibadah sering tidak bisa nyaman,” jelasnya.

Dia juga menegaskan ini bentuk menjaga harga diri warga Ratatotok. “Ini demi menjaga harga diri kami masyarakat Ratatotok,”ungkapnya.

Sementara itu Merdy Tania Camat Ratatotok mengatakan, sangat mendukung langkah masyarakat. “Tentunya dengan cara yang baik dan tidak melanggar hukum. Kita berharap semua aman dan nyaman,” pungkas Merdy Tania. (*Jul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here