Pengenalan Lingkungan Sekolah Dilarang Selama Pandemi Covid-19

0
144
Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut, dr Liesje GL Punuh MKes

Manado, Sulutreview.com – Selama masa pandemi Covid-19, seluruh sekolah yang ada di Sulawesi Utara (Sulut) dilarang melakukan aktivitas belajar mengajar, termasuk di dalamnya Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi peserta didik baru.

Kebijakan tersebut direalisasikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dengan menindaklanjuti keputusan yang telah disepakati bersama oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor 01/KB/2020, 516 tahun 2020, HK 03 01/Menkes/363/2020 dan 440-882 tahun 2020 tentang panduan pembelajaran tahun ajaran 2020/2021.

Keputusan tersebut, juga didasarkan pada koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut, Sabtu (18/7/2020).

Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut, dr Liesje GL Punuh MKes menjelaskan bahwa dalam surat keputusan tersebut terdapat larangan bagi kepala sekolah dalam melaksanakan PLS, bahkan bertatap muka atau melakukan pertemuan di lingkungan sekolah.

“Jika kedapatan ada sekolah yang melakukan aktivitas tatap muka atau melakukan aktivitas dalam lingkungan sekolah akan diberi sanksi keras maupun ringan,” jelas Punuh

Sebagai solusi, PLS akan dilakukan secara daring via aplikasi Zoom Meeting.

Menurutnya, sebagaimana laporan dari masing-masing kepala bidang SMA/SMK bahwa sekolah dapat mengundang narasumber walau berada di luar daerah dengan membawa materi yang sudah disediakan mengenai dunia pendidikan.

“Ini menjadi suatu pembelajaran yang sangat berarti, walau pun secara online tetap bisa mendapatkan narasumber yang berkualitas,” kata Punuh.

Meski demikian, Punuh mengakui tidak semua peserta didik dapat mengikuti PLS ini secara online karena mempunyai kendala ketersediaan jaringan maupun handphone.

“Dinas Pendidikan sudah melakukan konfirmasi dengan kepala sekolah terkait ketersediaan jaringan atau sarana handphone. Oleh karena itu Dikda meminta peran aktif kepala sekolah untuk melaksanakan program khusus atau membuat modul bagi siswa yang tidak dapat mengikuti PLS secara online,” tandasnya.(jelina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here