Penanganan COVID-19 di Mitra Mendapat Apresiasi

0
234
Novie Legi

Mitra, SULUTREVIEW – Bupati James Sumendap, SH, dinilai telah melakukan upaya yang luar biasa dalam penanganan terhadap wabah yang disebabkan oleh Virus Corona (COVID-19).

Ketua PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia) Mitra, Novie Legi, ST, ME, mengatakan ketegasan Bupati James Sumendap adalah kunci Pemkab Mitra mampu mengeksekusi dengan sempurna dua aspek krusial penanganan COVID-19, yakni pencegahan penyebaran virus Covid-19 dan pengawasan penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak.

Legi menuturkan, dengan ketegasan yang dimiliki oleh Bupati James Sumendap, protokol kesehatan mampu dijabarkan dalam setiap aktivitas sosial ekonomi di masyarakat sehingga Kabupaten Mitra boleh berada di zona hijau dengan zero (0) positif.

“Semua bentuk aktivitas, baik yang bekerja di dalam ruangan, pertemuan ibadah, melangsungkan perkawinan, melaksanakan pemakaman, berbelanja dan lainnya, mampu dikontrol oleh pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelas Legi Minggu (5/7/2020).

Ia menambahkan, penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat terdampak, baik dari dana pemerintah pusat, seperti PKH, BPNT, BST, BSPS, dan lainnya, dana daerah maupun Dana Desa, seperti BLT, prosedur penyalurannya juga benar-benar diterapkan secara baik sehingga bantuan mendarat pada yang keluarga yang memang berhak.

“Atas hal ini, Pemerintah Kabupaten Mitra dibawah kepemimpinan Bupati James Sumendap mendapat acungan two tumbs up (Dua Jempol) dari Pemerintah Provinsi Sulut, seperti yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan COVID-19 di Ratahan akhir pekan lalu,” tambah mantan Ketua GAMKI Manado ini.

Maka daripada itu, sebagai bagian dari masyarakat Mitra, Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) mengharapkan semua elemen masyarakat bahu membahu dengan Pemerintah untuk menangani penyebaran virus COVID-19 yang merupakan musuh bersama.

“Kita bahu membahu dan kesampingkan kepentingan pribadi dan golongan maupun partai yang biasanya terjadi menjelang adanya agenda politik, seperti Pemilihan Kepala Daerah serentak bulan Desember 2020 nanti, untuk mencegah penyebaran COVID-19 di daerah yang kita cintai,” tukas Novie Legi. (*/Jul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here