Warga Manado Diingatkan Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

0
49

Manado, SULUTREVIEW – Memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Manado tentunya memerlukan kerja sama semua pihak termasuk masyarakat karena akan sia-sia usaha Pemerintah Kota (Pemkot) Manado selama ini tanpa ditopang dengan kesadaran.

Ketika Disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, cepat atau lambat, maka pandemi akan terhenti. Namun hal itu tergantung dari kepatuhan dan disiplin menjalankan semua protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Diketahui Pemkot telah mengambil langkah-langkah strategis dan taktis jauh sebelum Pandemi melanda Manado.

Sebagaimana diketahui semenjak Desember 2019, Wali Kota GS Vicky Lumentut telah mencanangkan program “Manado Bakobong “, sebagai salah satu langkah antisipatif ketahananan  pangan apabila Pandemi Covid 19 melanda.

Hal ini yang dijelaskan Jubir GTC-19 Manado, drg Sanil Marentek, belajar dari penanganan Covid-19 di Wuhan China, maka semenjak awal Januari, wali kota telah melakukan koordinasi dengan pihak RSUP Prof Kandouw Manado sebagai satu-satunya Rumah Sakit rujukan di Sulawesi Utara yang memenuhi standar protokol penanganan Covid 19 kala itu.

“Pak Wali Kota sejak awal Januari lalu telah mengambil langkah antisipasi, berkoordinasi dengan direksi RSUP Prof Kandouw Manado sebagai satu-satunya faskes yang memenuhi standar Covid di Sulut,” beber Marentek. Rabu(24/6/2020).

Tak berhenti di situ, selanjutnya wali kota dua periode ini juga melakukan koordinasi dengan pihak manajemen Angkasa Pura dan KKP Bandara internasional Sam Ratulangi Manado. Berikut membahas protokol pemeriksaan kesehatan termasuk alat pengukur suhu tubuh di bandara sampai pada kunjungan Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K) RI pada waktu itu, yang melakukan kunjungan kerja di Manado.

“Setelah RSUP Prof Kandouw, Pak Wali juga berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura dan KKP bandara Sam Ratulangi Manado, mengingat saat itu masih ada layanan penerbangan langsung Wuhan – Manado,” tutur Marentek.

Setelahnya, difasilitasi Dinas Pariwisata, Dinas PM-PTSP dan Disperindag Manado Wali Kota melakukan pertemuan bersama pelaku usaha pariwisata (hotel, restoran dan resort) serta stakeholder lainnya membahas standard pelayanan sesuai protokol kesehatan.

“Perlu masyarakat ketahui, bahwa langkah-langkah antisipatif telah diambil Pemkot Manado termasuk penutupan sementara tempat hiburan malam, hotel, restoran, pusat perbelanjaan bahkan rumah ibadah, merupakan upaya menekan penyebaran Covid 19,” tekan Jubir GTC-19 Manado.

Diketahui, pasca kasus pertama 01 positif Covid 19 di Manado, pada 14 Maret lalu, keesokan harinya Pemkot bergerak cepat membentuk Satgas Covid 19 termasuk Tim Reaksi Cepat yang stand by 1×24 siap melayani.

“Pasca kasus pertama positif Covid 19 pada 14 Maret lalu, besoknya 15 Maret walikota membentuk Satgas Covid 19 kota Manado. Berhasil tidaknya upaya pemerintah dalam menekan penyebaran virus ini, semuanya tergantung kesadaran serta dukungan semua lapisan masyarakat mau bergotong royong,” tukas Marentek.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here