Amurang, SULUTREVIEW
Meski trend penyebaran Covid-19 masih meningkat, sekolah-sekolah bakal segera dibuka kembali.
Rencananya mulai 22 Juni sudah dibuka penerimaan siswa baru.
Untuk penerimaan, sesuai rencana bakal menggunakan sistem online demi menghindari tatap muka.
Bila jadi dilaksanakan, protokol pencegahan Covid-19 diterapkan dengan diikuti sejumlah perubahan kegiatan.
“Kita memang masih menunggu kepastian dibukanya kembali proses belajar mengajar di sekolah. Sampai sekarang kemungkinan sudah kembali dibuka pada 22 Juni yang diawali dengan penerimaan siswa baru. Untuk wilayah yang dapat diakses atau mengakses internet, sistem pendaftaran dilakukan secara online baik itu SD maupun SMP. Dan penerimaan kita menggunakan zonasi, minimal 80 persen merupakan warga sekitar sekolah,” tutur Kadis Pendidikan Minsel Dr Fietber Raco.
Pada proses belajar mengajar selama Pendemi Covid-19 berlangsung terjadi perubahan. Dimulai dari pembatasan jumlah siswa di dalam kelas. Selain juga jam belajar bakal dipersingkat dengan kombinan belajar dari rumah. Bahkan hari sekolah juga kemungkinan di pangkas menjadi hanya empat hari dalam satu minggu.
“Kelas nantinya hanya akan diisi maksimal 10 sampai 15 siswa, bila kelas besar dapat 20. Sehingga sekolah dapat membagi jam masuk sekolah menjadi pagi dan siang. Tujuannya agar siswa dan tenaga pengajar menjaga jarak yang aman. Ada dalam kajian juga hari sekolah hanya empat hari. Jam belajar di sekolah juga kita kurangi Jadi ada kombinasi belajar antara di sekolah dengan di rumah,” ungkapnya.
Lanjut pihak sekolah dan tenaga pengajar juga akan mendapatkan bimbingan pelaksanaan protokol penularan. Fasilitas seperti tempat cuci tangan wajib disediakan. Siswa juga dianjurkan membawa makanan dari rumah, karena kantin sekolah kemungkinan belum akan dioperasikan.
“Intinya disini anak dapat kembali menjalani proses belajar di sekolah dengan sejumlah pembatasan. Bisa saja ini menjadi model baru proses belajar mengajar kedepan. Para orang tua siswa juga dapat mengawasi,” jelasnya.
Sementara itu kalangan orang tua siswa mengaku masih khawatir bila anaknya kembali sekolah. Apalagi dengan meningkatnya warga yang tertular, termasuk di Minsel. Tapi kalaupun tetap dibuka, dimintakan pihak sekolah melakukan upaya-upaya sehingga meminimalisir kemungkinan siswa terjangkit.
“Memang sudah ada keluhan dari anak-anak karena bosan cuma di rumah saja. Ada baiknya bila sekolah kembali dibuka. Tapi kami masih khawatir dengan tingginya penularan dan belum ada tanda-tanda berakhir. Apakah pihak sekolah mampu menjalankan protokol yang ketat supaya tidak ada penularan. Harus ada kepastian lebih duli soal ini. Apalagikan info yang diterima anak-anak juga dapat terjangkit,” ujar Fonny yang memiliki anak masih SD.(noh)













