Posko Pengawasan Covid-19 di Desa Wiau Mitra, Dinilai Tidak Efektif

0
191
Posko Covid-19 di Desa Wiau

Mitra, SULUTREVIEW – Posko pencegahan masuknya Virus Corona (Covid-19), yang terletak di Desa Wiau Kecamatan Pusomaen Minahasa Tenggara (Mitra), dinilai tidak efektif.

Hasil pemantauan media ini dan juga sumber, ada beberapa pelaku perjalanan yang memanfaatkan jalur tersebut untuk bisa lolos masuk di Kabupaten Mitra.

Menurut sumber, selain pelaku perjalanan lainnya, diduga ada juga oknum ASN, yang memanfaatkan jalur tersebut dengan cara masuk melalui desa palamba, kemudian melewati Desa Wongkai untuk bisa masuk di Mitra.

Ada juga pelaku perjalanan yang sudah sempat dicegat di pos perbatasan yang terletak di Desa Wongkai satu, kemudian tidak diperbolehkan untuk melintas karena tidak membawa identitas jelas, namun diketahui selanjutnya, sudah melalui jalur Wiau dan bisa masuk dengan leluasa ke Mitra.

“Mungkin mereka berbohong kepada petugas Posko perbatasan, atau memang lemahnya pengawasan di Posko yang terletak di Desa Wiau tersebut,” ungkap sumber yang tak mau namanya ditulis.

Dengan hal ini menurutnya, menimbulkan ketakutan ditengah masyarakat. Dimana orang yang belum jelas asal-usulnya tapi dibiarkan memasuki Kabupaten Mitra.

“Kita yang sudah dibatasi pergerakannya karena mau mendukung anjuran pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19, malah orang yang tidak jelas asal-usulnya malah luput dari pengamatan,” sesal sumber

Ia pun meminta kepada pemerintah yang ada di Desa Wiau, agar lebih meningkatkan lagi pengawasan keluar masuk orang yang akan melawati desa setempat.

“Hal ini sangat penting jika kita ingin terhindar dari ancaman Covid-19. Kita harus jaga bersama Kabupaten Minahasa Tenggara agar pandemi Virus Corona ini cepat berlalu,” pungkasnya.

Terpisah Hukum Tua Desa Wiau Marce Untu saat dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa informasi terkait adanya pelaku perjalanan yang memanfaatkan jalur desanya untuk bisa lolos pangawasan tidak benar.

“Terkecuali yang melaksanakan piket jaga tidak tegas. Akan tetapi setau saya yang melaksanakan piket apalagi saat malam hari adalah kaum lelaki yang biasanya selalu tegas. Jika ada laporan seperti itu mungkin cuma hoax,” ujar Untu.

Sementara Kepala Kecamatan Pusomaen Djemy Walukow saat dihubungi menambahkan, akan menelusuri perihal laporan masyarakat tersebut.

“Oke nanti ditelusuri,” singkat Djemy Walukow (*/Jul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here